Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pascabanjir, Kemenag Aceh Terjunkan 1.330 Relawan Bersihkan Madrasah

Image 07-01-26 at 16.34.jpeg
Aksi bersih-bersih madrasah oleh ASN Kemenag di Aceh (dok. Kemenag)
Intinya sih...
  • 1.330 relawan Kemenag bersihkan madrasah dan KUA di 12 kabupaten/kota di Aceh
  • BNPB dan Pemda pasok kebutuhan sarana prasarana di sekolah darurat
  • BNPB gaet Kemendikbudasmen untuk bangun sekolah yang rusak
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) menerjunkan 1.330 relawan untuk membersihkan madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) yang terdampak banjir bandang di 12 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama.

“Dalam rangka HAB ke-80, kita membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir, khususnya di madrasah dan KUA,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh Azhari dikutip dalam keterangan pers, Rabu (7/01/2026). Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk empati keluarga besar Kementerian Agama kepada satuan kerja di daerah terdampak bencana.

1. Relawan diterjunkan ke 12 titik lokasi

Proses kegiatan belajar mengajar siswa-siswi SD IT An-Nur di bawah tenda BNPB, Kabupaten Pidie Jaya
Proses kegiatan belajar mengajar siswa-siswi SD IT An-Nur di bawah tenda BNPB, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Senin (5/1/26). (Dok. BNPB)

Lebih lanjut, dua belas  titik lokasi penugasan relawan tersebut tersebar di Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tenggara dan Simeulue.

Azhari menjelaskan proses belajar mengajar telah dimulai sejak Senin, 5 Januari 2026 lalu. “Anak-anak harus segera belajar walaupun banyak madrasah yang terdampak banjir,” ujarnya. Kendati, kendala ditemui di Aceh Tengah akibat keterbatasan alat berat untuk pembersihan karena banyaknya titik longsor, meski anggaran untuk menyewa alat telah disiapkan.

“Sebenarnya kita telah menyiapkan anggaran untuk menyewa alat berat, namun kondisi di lapangan kurang mendukung,” tambahnya.

2. BNPB dan Pemda pasok kebutuhan sarana prasarana di sekolah darurat

Proses kegiatan belajar mengajar siswa-siswi SD IT An-Nur di bawah tenda BNPB, Kabupaten Pidie Jaya
Proses kegiatan belajar mengajar siswa-siswi SD IT An-Nur di bawah tenda BNPB, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Senin (5/1/26). (Dok. BNPB)

Sementara, untuk mendukung kelancaran belajar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah memenuhi kebutuhan sarana prasarana sekolah darurat. Di Aceh Timur, BNPB, BPBD setempat, dan TNI mendirikan tenda peleton berukuran 6x12 meter untuk SD Negeri 2 Lokop yang gedungnya rusak, lengkap dengan alas tikar terpal.

Hal serupa dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya untuk SD IT An-Nur, di mana kegiatan belajar mengajar untuk PAUD, SD, dan SMP juga dialihkan ke tenda darurat. Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi bersama jajaran BNPB meninjau langsung dan memberikan bantuan peralatan sekolah kepada siswa.

3. BNPB gaet Kemendikbudasmen untuk bangun sekolah yang rusak

Proses kegiatan belajar mengajar siswa-siswi SD IT An-Nur di bawah tenda BNPB, Kabupaten Pidie Jaya
Proses kegiatan belajar mengajar siswa-siswi SD IT An-Nur di bawah tenda BNPB, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Senin (5/1/26). (Dok. BNPB)

Selain itu, BNPB menyebut upaya pemulihan jangka panjang juga telah dirancang. BNPB bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbudasmen) berkoordinasi untuk memperbaiki hingga membangun kembali sekolah yang rusak, serta memberikan tunjangan bagi guru dan dukungan pascabencana lainnya.

BNPB menyatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari wujud dukungan kolaborasi antar lintas komponen bangsa dalam memulihkan kehidupan dan penghidupan masyarakat pascabencana.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Dari JIS ke LRT, Jakpro Tuntaskan Penugasan Strategis Pemprov di 2025

08 Jan 2026, 21:15 WIBNews