SPPG Banyak Dimiliki Lingkaran Pejabat, Bos BGN: Hak Semua WNI

Program MBG mencapai target signifikan sejak diresmikan 6 Januari 2025.
MBG memberikan lapangan pekerjaan bagi 2,5 juta orang per hari.
BGN ungkap potensi investasi masyarakat dalam pembangunan dapur-dapur SPPG.
Jakarta, IDN Times - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang menegaskan, setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal ini disampaikan Nanik menjawab terkait informasi banyaknya SPPG di daerah yang terafiliasi dengan lingkaran pejabat.
"Membuat SPPG hak semua warga negara Indonesia (WNI). Pejabat dan semuanya atau siapapun itu adalah warga negara Indonesia. Itu jawaban saya," tutur Nanik saat meninjau pemberian MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
1. Genap setahun, BGN pamer pencapain MBG

Lebih jauh, Nanik menjelaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah genap mencapai satu tahun sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025. Ia mengatakan, selama satu tahun ini, MBG telah mencatatkan capaian signifikan.
Nanik mengatakan, capaian tersebut jauh melampaui target awal pemerintah. Target awal tahun 2025, penerima manfaat program ini hanya enam juta orang, namun BGN telah melayani 55,1 juta penerima manfaat per hari ini.
"Target yang semula di tahun 2025 itu hanya 6 juta, per hari ini kita masak semua berjumlah 55,1 juta dengan jumlah SPPG (Satuan Pelayanan Gizi) berjumlah 19.800-an ya," kata Nanik.
2. Membuka lapangan pekerjaan bagi 2,5 juta setiap harinya

Menurut Nanik, lonjakan capaian program MBG ditopang oleh partisipasi luas masyarakat dan mitra yang terlibat dalam pembangunan serta pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga saat ini, jumlah SPPG yang beroperasi mencapai sekitar 19.800 unit di berbagai daerah.
Dari sisi ketenagakerjaan, program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang besar. Nanik menjelaskan, setiap SPPG rata-rata mempekerjakan tenaga dapur secara langsung, sehingga total pekerja langsung yang terlibat mencapai sekitar 902.000 orang.
“Jadi, per hari ini, per jam ini, ada orang yang bekerja, orang yang langsung bekerja per hari ini, bekerja langsung sekitar 902.000 orang itu yang bekerja langsung di dapur di tiap SPPG, dengan beroperasinya 19.000 sekian tadi,” ujarnya.
Selain itu, ada pekerja tidak langsung seperti pemasok bahan pangan. Satu dapur bisa membutuhkan 10 sampai 15 supplier. Jika dihitung, pekerja tidak langsung yang terlibat saat ini sekitar 1,5 juta orang.
Dengan demikian, secara keseluruhan, program MBG telah menyerap sekitar 2,5 juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung.
3. BGN ungkap potensi investasi MBG

Nanik juga menyoroti kontribusi investasi masyarakat dalam pembangunan dapur-dapur SPPG. Jika pemerintah harus membangun sendiri seluruh dapur tersebut, biaya yang dibutuhkan diperkirakan sangat besar.
“Kalau kita hitung 20.000 saja, hitungannya 2 miliar, artinya itu ada 40 triliun yang dibangun oleh para mitra untuk dapur-dapur SPPG. Itu investasi masyarakat untuk di SPPG,” katanya.
BGN berkomitmen dalam evaluasi dan perbaikan berkelanjutan yang diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, sebagai landasan penguatan tata kelola, peningkatan kualitas gizi, jaminan keamanan pangan, serta pengawasan dapur MBG dengan semangat zero-defect.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan, kritik, dan saran dari masyarakat. Seluruh masukan tersebut menjadi pemacu semangat kami untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan Program MBG demi mewujudkan masa depan emas anak-anak Indonesia,” tutur Nanik.



















