Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pejabat Ganti Kata Miskin Jadi Prasejahtera, Prabowo: Intinya Tetap Kekurangan

Prabowo.jpg
Presiden Prabowo Subianto saat memberi salam pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Suaanti. Kemensos RI, Robben Rico saat meninjau lahan sekolah rakyat di Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). IDN Times/Linna Susanti.
Intinya sih...
  • Presiden menyinggung istilah baru seperti aspiring middle class atau masyarakat menuju kelas menengah. Baginya, istilah ini hanya bahasa teknis untuk menutupi fakta bahwa kelompok tersebut sebenarnya belum mencapai kesejahteraan yang stabil.
  • Prabowo meminta Badan Pusat Statistik (BPS) dan jajaran pemerintah untuk berani melihat kenyataan di lapangan tanpa takut menurunkan moral bangsa dengan data yang jujur.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran baik pusat maupun daerah untuk berhenti memperhalus istilah kemiskinan. Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti penggunaan istilah-istilah ekonomi yang dinilai sering mengaburkan kondisi asli rakyat kecil di Indonesia.

Prabowo menyoroti kecenderungan pejabat atau ahli ekonomi yang enggan menyebut kondisi rakyat yang sebenarnya. Menurut dia. mengganti kata miskin menjadi prasejahtera tidak mengubah kenyataan bahwa rakyat masih dalam kekurangan.

"Kita mengganti kata 'miskin' dengan istilah 'prasejahtera'. Memang terdengar lebih halus, tapi intinya mereka tetap dalam kondisi kekurangan," kata Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026).

1. Kritik tajam terhadap istilah aspiring middle class

Prabowo.jpg
Presiden Prabowo Subianto saat memberi salam pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Suaanti.

Presiden juga menyinggung istilah baru seperti aspiring middle class atau masyarakat menuju kelas menengah. Baginya, istilah ini hanya bahasa teknis untuk menutupi fakta bahwa kelompok tersebut sebenarnya belum mencapai kesejahteraan yang stabil.

"Jika mereka baru berusaha naik, berarti mereka belum sampai, bukan? Lalu kalau bukan kelas menengah, mereka kelas apa?" ujar dia.

2. Mempertanyakan istilah rentan miskin

Prabowo.jpg
Presiden Prabowo Subianto saat memberi salam pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Istilah rentan miskin turut menjadi perhatian Prabowo. Dia meminta Badan Pusat Statistik (BPS) dan jajaran pemerintah untuk berani melihat kenyataan di lapangan tanpa takut menurunkan moral bangsa dengan data yang jujur.

"Bagaimana mungkin kita merasa tenang dengan istilah itu? Ada yang rentan miskin, miskin, baru kemudian sangat miskin. Kita harus berani melihat kenyataan di lapangan," kata Presiden.

3. Ajakan bersatu tanpa ragu untuk hapus kemiskinan

Prabowo.jpg
Presiden Prabowo Subianto saat memberi salam pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Suaanti. Kemensos RI, Robben Rico saat meninjau lahan sekolah rakyat di Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Prabowo pun mengajak seluruh elemen dari berbagai latar belakang partai politik untuk tidak pesimistis. Dia menyentil pihak-pihak yang menyebarkan keraguan akan kemampuan bangsa Indonesia dalam menuntaskan kemiskinan.

"Kita harus bersatu untuk satu tujuan utama, menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Mengapa kita ragu dengan kemampuan bangsa kita sendiri?" ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Jaksa Tolak Pledoi Melani Mecimapro Kasus Penggelapan Biaya Konser TWICE

02 Feb 2026, 23:11 WIBNews