Pemerintah Siapkan Jurus Mudik Biar Aman, Terapkan FWA Sampai OMC

- Pemerintah menyiapkan strategi mudik Lebaran 2026 agar aman dan lancar, termasuk penerapan fleksibel working arrangement, pengaturan libur sekolah, serta rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan perjalanan.
- BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem dengan curah hujan menengah hingga tinggi, sehingga pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca dan Operasi Ketupat Polri untuk menjaga keselamatan pemudik.
- Lebih dari 2.700 pos pelayanan kesehatan disiagakan di jalur mudik, dengan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi bus mencakup tekanan darah, gula darah, alkohol, serta narkotika.
Jakarta, IDN Times – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan arus mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, lancar, nyaman, dan selamat.
Salah satu fokus utama adalah mendistribusikan pergerakan pemudik agar tidak menumpuk pada satu waktu tertentu, mengingat potensi mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai 143 juta orang.
"Salah satu yang kami upayakan agar arus mudik ini lebih lancar, lebih aman, lebih nyaman adalah pendistribusian pergerakan pemudik. Dengan rangkaian kebijakan ini kita harapkan pemudik tidak menumpuk di satu waktu tertentu,” ujar Pratikno dalam keterangan, Rabu (11/3/2026).
1. Terapkan FWA saat mudik

Pratikno menjelaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengurai kepadatan perjalanan, mulai dari fleksibel working arrangement (FWA), pengaturan libur sekolah, hingga pengaturan lalu lintas dan transportasi.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada mudik Lebaran tahun ini mencapai sekitar 143,9 juta orang. Namun pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan angka mobilitas aktual biasanya lebih tinggi sekitar 10 persen.
“Perkiraan surveinya itu adalah 143.915.053. Tetapi dari tahun ke tahun dalam praktiknya lebih tinggi dari survei, sekitar 10-an persen lebih tinggi, artinya bisa menjadi sekitar 155 juta manusia bergerak,” jelasnya.
2. Waspada cuaca ekstrem

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan, antara lain fleksibel working arrangement pada 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026, libur sekolah mulai 16 Maret, serta cuti bersama yang diharapkan dapat menyebarkan waktu perjalanan masyarakat.
Selain pengaturan mobilitas, pemerintah juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode mudik. Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan menengah hingga tinggi akibat dinamika atmosfer dan potensi bibit siklon.
“Kita juga harus waspada, mengantisipasi bencana hidrometeorologi basah yang menurut BMKG potensinya masih kategori menengah hingga tinggi di sebagian wilayah Indonesia,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Menko PMK menerangkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan operasional, antara lain operasi modifikasi cuaca, kesiapan 191 Unit Pelaksana Teknis BMKG, serta pelaksanaan Operasi Ketupat Polri pada 13–26 Maret 2026.
3. Siagakan lebih dari 2.700 pos pelayanan kesehatan

Dalam aspek kesehatan dan keselamatan perjalanan, pemerintah menyiagakan lebih dari 2.700 pos pelayanan kesehatan di sepanjang jalur mudik serta melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum.
“Saat ini sudah dilakukan cek kesehatan terhadap 338 pengemudi bus di sejumlah pool perusahaan dan terminal di Jawa Tengah dan Jawa Barat, dan akan diperluas ke daerah-daerah lain. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, tes alkohol, serta narkotika dan zat adiktif lainnya,” kata Pratikno.

















