Pemudik Masih Padati Stasiun Jatinegara pada Hari Kedua Lebaran

- Stasiun Jatinegara masih dipadati pemudik pada hari kedua Lebaran, menunjukkan arus mudik belum sepenuhnya usai meski puncaknya telah lewat.
- Banyak warga memilih berangkat setelah Lebaran untuk menghindari lonjakan harga tiket dan kepadatan penumpang sebelum Idul Fitri.
- PT KAI memberikan program diskon tiket yang membantu meringankan biaya perjalanan, sementara arus mudik susulan diperkirakan terus berlangsung beberapa hari ke depan.
Jakarta, IDN Times - Puluhan pemudik yang hendak menggunakan kereta jarak jauh masih memadati area keberangkatan di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, pada hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/3/2026).
Salah satu pemudik, Okti Miati (28), mengaku sengaja memilih berangkat setelah Lebaran untuk membagi waktu antara keluarga di Jakarta dan kampung halaman di Purwokerto, Jawa Tengah.
"Saya memang niatnya Lebaran dulu di Jakarta, baru setelah itu ke Purwokerto. Nanti kembali lagi ke Jakarta tanggal 25 (Maret)," kata Okti saat ditemui di Stasiun Jatinegara, dikutip dari ANTARA.
1. Menghindari lonjakan harga tiket dan kepadatan penumpang

Sejumlah warga memilih melakukan perjalanan ke kampung halaman setelah merayakan Lebaran untuk menghindari lonjakan harga tiket dan kepadatan penumpang sebelum Idul Fitri, yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan calon penumpang kereta memadati area keberangkatan. Mereka tampak membawa barang bawaan dalam jumlah cukup banyak, mulai dari koper hingga tas besar, menandakan perjalanan mudik masih berlangsung meski puncaknya telah lewat.
Okti mengungkapkan, pembelian tiket kereta api pada musim mudik menjadi tantangan. Dia mengaku harus memesan tiket sejak 45 hari sebelum keberangkatan agar mendapatkan kursi.
"Lumayan susah, harus pesan dari jauh hari. Waktu beli saja kursinya sudah penuh, berarti masih ramai yang mau mudik," ucap Okti.
2. PT KAI diskon harga tiket

Meski harga tiket mengalami kenaikan pada masa angkutan Lebaran, Okti menyebut, ada program diskon dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dapat meringankan ongkos masyarakat.
Ia mengaku mendapatkan tiket dengan harga sekitar Rp250 ribu untuk satu kali perjalanan, atau lebih murah dibandingkan harga normal yang bisa mencapai Rp350 ribu.
"Kalau tidak ada diskon, bisa lebih mahal. Tapi tetap saja ramai, keretanya penuh," ujar Okti.
3. Arus mudik susulan usai Lebaran

Hal serupa juga disampaikan pemudik lainnya, Risky (30), yang memilih berangkat ke Malang setelah Lebaran. "Saya sengaja mudik setelah Lebaran, karena kalau sebelum itu tiket mahal dan susah didapat, juga ramai sekali," kata Risky.
Risky juga memilih moda kereta api untuk menghindari potensi kemacetan panjang di jalur darat. Menurutnya, perjalanan menggunakan bus dapat memakan waktu hingga belasan jam dan terasa melelahkan.
"Biasanya naik bus bisa 11 sampai 12 jam. Sekarang coba naik kereta biar lebih nyaman, bisa istirahat juga," ucap Risky.
Fenomena mudik setelah Lebaran ini menunjukkan adanya pergeseran pola perjalanan masyarakat. Dengan kondisi tersebut, Stasiun Jatinegara diperkirakan masih akan dipadati penumpang dalam beberapa hari ke depan, seiring berlanjutnya arus mudik susulan menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
















