PLN Serap Listrik dari Proyek Sampah Jadi Energi

- Pemerintah Presiden Prabowo Subianto membangun 34 proyek Waste to Energy (WTE) untuk mengatasi persoalan sampah di kota-kota besar di Indonesia.
- PLN siap menyerap seluruh energi listrik yang dihasilkan dari proyek WTE, dengan satu proyek dapat menghasilkan listrik sebesar 20 hingga 30 megawatt.
- Proyek WTE tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga menjadi solusi atas pengelolaan sampah dan memiliki potensi besar sebagai sumber energi baru.
Jakarta, IDN Times - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah besar di sektor energi dan lingkungan melalui pembangunan 34 proyek Waste to Energy (WTE). Proyek ini bertujuan mengolah sampah menjadi energi listrik dan direncanakan mulai berjalan dalam waktu dekat.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya proyek WTE dalam kunjungannya ke Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (13/1/2026). Menurutnya, proyek ini dibutuhkan untuk mengatasi persoalan sampah yang menumpuk di kota-kota besar di tanah air.
Di sisi lain, PT PLN (Persero) menyatakan kesiapan penuh untuk menyerap seluruh energi listrik yang dihasilkan dari proyek WTE tersebut. Hal ini disampaikan oleh Executive Vice President of New and Renewable Energy PLN, Daniel K. F Tampubolon.
"Jadi, berapa pun energi yang dihasilkan oleh WTE investor tadi, kami akan offtake seluruhnya dan masuk ke dalam grid. Kemudian, itu akan dimanfaatkan dalam management energy system di PLN," ujar Daniel dalam program Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times di IDN HQ, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Daniel menilai, sampah memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi baru. Berdasarkan perhitungan PLN, satu proyek WTE yang beroperasi dapat menghasilkan listrik sebesar 20 hingga 30 megawatt.
"Itu bisa melistriki puluhan ribu bahkan hingga ratusan ribu rumah di sekitarnya. Sehingga, PLN melihat dari segi kelistrikan ini (proyek WTE) sangat membantu sebagai base load," katanya.
Selain menghasilkan listrik, proyek WTE juga dinilai mampu menjadi solusi atas persoalan pengelolaan sampah. Daniel menegaskan, WTE bukan sekadar memindahkan sampah dari rumah tangga ke tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan mengolahnya menjadi sumber energi yang bernilai.
Ia juga menjelaskan mekanisme pendistribusian listrik dari pembangkit WTE hingga ke konsumen. Pembangkit insinerator akan terhubung langsung dengan gardu induk terdekat sebelum listrik disalurkan ke jaringan nasional.
"Gardu induk terdekat akan kami identifikasi. Dari sana, elektronnya sudah merge into the grid dan bisa memasok (energi listrik) untuk rumah tangga, pusat bisnis, perkantoran dan semua pengguna energi listrik," tutur dia.
SAT 2026 by IDN Times kembali digelar sebagai forum diskusi tahunan di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14–15 Januari 2026. Acara ini menghadirkan pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, serta tokoh-tokoh inspiratif.
Mengusung tema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas”, SAT 2026 dirancang untuk menjangkau generasi Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah pembahasan isu-isu strategis dan perkembangan terkini.
Rangkaian acara juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan Inspiring Newsmaker of The Year 2026.
















