Populasi Gajah Terancam! Prabowo Bakal Teken Inpres Penyelematan

- Presiden Prabowo akan menerbitkan Inpres penyelamatan populasi dan habitat gajah Sumatra serta Kalimantan, menanggapi penurunan kantong gajah dari 42 menjadi 21 unit dalam beberapa dekade terakhir.
- Pemerintah juga menyiapkan Keppres pembentukan Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional untuk mencari skema pendanaan berkelanjutan yang melibatkan sektor swasta.
- Indonesia memiliki 57 taman nasional, dengan proyek percontohan di Way Kambas yang fokus pada konservasi, pengurangan konflik manusia-gajah, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
Jakarta, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto disebut akan segera menerbitkan instruksi penyelamatan populasi dan habitat gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) dan gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis).
Kebijakan ini dipandang penting, mengingat penurunan jumlah kantong habitat gajah yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir.
"Saya sampaikan bahwa akan segera terbit Inpres (Instruksi Presiden) tentang penyelamatan populasi gajah dan habitat gajah di Sumatera dan Kalimantan," kata Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
1. Kantong gajah di Indonesia sisa 21 unit

Raja Juli sudah menandatangani aturan ini dan sedang dikoordinasikan ke beberapa lintas instansi, seperti Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasioanl (ATR/BPN).
"Dan kabar terakhir dari Pak Wamen yang berkomunikasi via Istana, tinggal satu kementerian lagi yang paraf," ungkapnya.
Inpres ini, menurut Raju Juli, sebagai langkah konkret komitmen Presiden Prabowo untuk menyelamatkan populasi gajah Sumatra dan Kalimantan, yang sudah masuk dalam fase critically endangered atau terancam kritis.
"Saya masuk pertama di gedung ini mendapatkan laporan, dulu kita punya 42 kantong gajah. Ketika saya masuk kemarin, sisa 21 kantong gajah. Oleh karena itu, dengan Inpres ini nanti akan ada tata kelola dan tata usaha pembangunan yang memberikan orientasi kepada konservasi," kata dia.
2. Prabowo akan bentuk Satgas Pembiayaan Taman Nasional

Sebelumnya, Raja Juli juga mengungkap, Presiden Prabowo telah menyiapkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional.
Menurut Raja Juli, satgas akan mencari skema pendanaan berkelanjutan agar pengelolaan taman nasional dapat lebih optimal, dan memberikan manfaat bagi pelestarian alam serta kesejahteraan masyarakat.
“Satgas ini nanti akan diketuai oleh Pak Hashim Djojohadikusumo, kemudian saya menjadi wakil berserta wakil yang lainnya adalah Bu Maria Eka Pengestu. Kita akan mencari pendanaan yang inovatif yang sustain termasuk melibatkan private sector agar sekali lagi taman nasional kita menjadi taman nasional yang berkelas dunia," kata dia.
3. Indonesia tercatat punya 57 taman nasional

Raja Juli mencatat, Indonesia saat ini memiliki 57 taman nasional yang menjadi kawasan penting bagi konservasi keanekaragaman hayati. Pemerintah akan menyiapkan beberapa proyek percontohan pengelolaan taman nasional, salah satunya di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Program ini juga akan mengatasi konflik antara manusia dan gajah yang selama ini terjadi di wilayah sekitar taman nasional, melalui pembangunan pagar atau kanal pembatas, serta program pemberdayaan masyarakat.
"Komersialisasi tentu, tapi yang harus dicatat komersialisasinya tidak menjadi tourism yang bersifat masif. Tapi yang harus menjadi tujuan utamanya adalah menjaga lingkungan hidup menjaga hutan, dengan tetap ada aspek komersialnya,” tuturnya.


















