Prabowo: Kalau Pemerintah Dinilai Tak Baik, Ganti Pakai Mekanisme Damai

- Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak masalah jika pemerintahannya dikritik atau ingin diganti, asalkan melalui mekanisme damai sesuai UUD 1945.
- Prabowo menyebut pergantian presiden di Indonesia selalu berlangsung damai, mencontohkan Sukarno, Soeharto, dan Gus Dur yang turun tanpa kekerasan.
- Ia mengajak masyarakat percaya pada sistem kenegaraan yang telah diatur para pendiri bangsa serta yakin pada kekuatan Indonesia sendiri.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto tidak masalah apabila ada pihak yang mengkritik pemerintahannya. Oleh karena itu, Prabowo juga tak masalah apabila ada pihak yang ingin mengganti pemerintahan yang sedang berkuasa.
Asalkan, kata Prabowo, mengganti dengan mekanisme yang diatur sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
"Kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya gantilah pemerintah itu, ada mekanismenya dengan baik, dengan damai. Bisa melalui pemilihan umum, tidak ada masalah. Bisa juga melalui impeachment, tidak ada masalah. Tapi impeachment yang melalui saluran, ada salurannya DPR, MK, MPR, dilakukan tidak masalah," ujar Prabowo di rapat kerja pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Prabowo mengatakan, dalam sejarah Indonesia, semua Presiden Indonesia turun jabatannya dengan damai, termasuk Presiden pertama Sukarno dan Presiden kedua Soeharto
"Dalam sejarah kita telah terjadi beberapa pergantian, Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai melalui proses, tidak melalui kekerasan," kata dia.
Prabowo mengatakan, sistem bernegara sudah diatur dengan baik oleh para pendiri bangsa.
"Percayalah pada kekuatan kita sendiri. Percayalah pada Indonesia," imbuhnya.



















