Prabowo Lebaran di Daerah Bencana Sumatra, Bukti Rehabilitasi Jadi Prioritas

- Presiden Prabowo Subianto merayakan Idul Fitri 1447 H bersama penyintas bencana di Aceh Tamiang sebagai bentuk solidaritas dan perhatian terhadap korban banjir serta longsor di Sumatra.
- Kehadiran Prabowo menegaskan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tetap menjadi prioritas nasional, dengan progres signifikan pada infrastruktur, layanan dasar, dan pemulihan ekonomi daerah terdampak.
- Pemerintah melalui Satgas PRR akan mempercepat relokasi pengungsi yang masih tinggal di tenda serta memulihkan tambak dan sawah warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar pascabanjir.
Jakarta, IDN Times - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan perhatian besar Presiden RI Prabowo Subianto terhadap percepatan penanganan penyintas serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Hal itu diungkapkan Tito setelah mendampingi Prabowo melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H/2026 bersama masyarakat terdampak bencana di Masjid Darussalam di kompleks hunian sementara (huntara), Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/3/2026).
1. Prabowo niat salat Idul Fitri di daerah bencana sejak jauh hari

Tito mengungkapkan, sejak jauh hari Prabowo sudah berniat untuk salat Idul Fitri bersama pengungsi di daerah bencana. Prabowo ingin berbagi rasa solidaritas dalam perayaan Lebaran bersama pengungsi bencana di Sumatra.
"Ada beberapa tempat yang kami siapkan. Tapi, beliau memilih yang ada pengungsinya, yaitu masjid di huntara yang dibangunkan Danantara. Alhamdulilah kita tahu semua berjalan dengan lancar," kata Tito.
2. Bukti rehabilitasi pascabencana tetap jadi prioritas

Tito mengatakan kehadiran Prabowo di tengah penyintas bencana pada momen Lebaran merupakan bukti negara tidak mengurangi perhatian terhadap perkembangan rehabilitasi di tiga daerah terdampak yang saat ini mulai menunjukkan progres signifikan di berbagai indikator. Dalam kunjungannya pula, selain Tito, Prabowo turut didampingi oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
"Ini adalah atensi beliau yang luar biasa di momentum yang sangat suci selama Ramadan, dan beliau melaksanakan salat Idul Fitri bersama-sama dengan pengungsi di Aceh Tamiang sebagai simbol," kata Tito.
Menurut Tito, Prabowo selalu ingin menyempatkan diri untuk hadir bersama penyintas pascabencana pada perayaan momen penting masyarakat. Hal ini sebagaimana yang dilakukan Prabowo sewaktu merayakan pergantian tahun 2026 bersama penyintas pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Tito menyampaikan bahwa Prabowo juga memberi apresiasi kepada seluruh lintas sektor yang sudah bekerja keras melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi di segala sektor, sehingga daerah terdampak kembali pulih dari segi infrastruktur fisik, listrik, pasokan BBM dan layanan dasar seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan. Selain itu, sektor ekonomi juga ditandai dengan mulai bangkitnya aktivitas jual beli di pasar.
"Beliau (Presiden Prabowo) memberikan apresiasi karena sudah mendekati normalitas. Kami akan terus bekerja untuk menyelesaikan beberapa persoalan lain, mempermanenkan jalan, jembatan, dan sungai yang harus dinormalisasi, fasilitas pendidikan juga harus dibereskan," kata Tito.
3. Percepat relokasi pengungsi di tenda hingga rehabilitasi tambak dan sawah

Sebagai langkah lanjutan, Tito mengatakan akan melakukan percepatan relokasi sisa pengungsi yang hari ini tersisa 26 kepala keluarga di tenda pengungsian di Aceh Tamiang, agar segera menempati hunian layak. Selain itu, selagi merampungkan infrastruktur dasar, Satgas PRR juga akan mempercepat rehabilitasi tambak dan sawah warga yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Aceh, Sumut, hingga Sumbar.
"Kita juga akan bekerja keras untuk proses yang berikutnya, yaitu Huntap baik oleh BNPB dan komunal kompleks. Saya sudah rapat berkali-kali dengan Menteri PKP. Setelah Lebaran akan kami eksekusi," kata Tito.

















