Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Minta Korporasi Buka Lahan Harus Punya Embung Setiap Hektare
Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan sejumlah akademisi dan pakar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan menyelidiki dan menindak korporasi maupun oknum yang sengaja membakar hutan dan lahan.
  • Prabowo menugaskan 1.000 perwira TNI, serta kemungkinan Polri, ke kabupaten untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pembakaran hutan dan lahan.
  • Masyarakat yang membutuhkan lahan diminta melapor untuk dibantu, sementara perusahaan wajib memenuhi ketentuan embung, menara, dan tim pemadam; Prabowo juga menyoroti delapan Perda bercelah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Prabowo bilang perusahaan yang buka lahan tidak boleh membakar hutan. Perusahaan harus punya embung air dan tim pemadam kebakaran. Ia mau menyelidiki yang sengaja membakar. Prabowo juga mengirim 1.000 perwira untuk mengajari orang tentang bahaya api. Ia bilang ada aturan daerah yang masih membolehkan bakar lahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan menindak tegas korporasi yang membuka lahan dan hutan dengan cara dibakar. Hal itu Prabowo sampaikan saat bertemu dengan sejumlah akademisi dan pakar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026).

"Jadi saudara-saudara, kita akan selidiki terus korporasi-korporasi, oknum-oknum yang melakukan pembakaran sengaja," kata dia.

1. Prabowo terjunkan seribu perwira edukasi masyarakat

Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan sejumlah akademisi dan pakar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Prabowo kemudian menyampaikan, sudah memerintahkan seribu perwira TNI dan Polri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahayanya membakar hutan dan lahan.

"Jadi saya sudah tugaskan TNI, nanti mungkin Polri, saya turunkan 1.000 perwira, mayor, letkol, kolonel. 1.000, saya turunkan ke kabupaten-kabupaten itu, untuk memberi edukasi," ucap dia.

2. Prabowo berikan solusi

Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan sejumlah akademisi dan pakar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Prabowo mengaku, sudah memberikan solusi kepada masyarakat. Apabila ada yang ingin membuka lahan, lapor ke aparat untuk dibantu.

"Dan solusinya sudah saya berikan. Kalau Anda butuh lahan, lapor, kita buatkan lahan untuk kalian. Kita siapkan pompa untuk kalian. Kita ingin rakyat kita sejahtera. Tidak mungkin kita mau celakakan rakyat kita. Oke," kata dia.

Tapi, kata Prabowo, bagi korporasi yang ingin membuka lahan, wajib memiliki embung di setiap satu hektarenya.

"Perusahaan, kita sudah ada ketentuan ya, sudah ada kewajiban-kewajiban ya. Tiap 5 hektare harus ada menara, tiap sekian hektar harus ada embung, tiap sekian, sudah ada regulasinya. Dan Anda harus punya tim pemadam kebakaran dari karyawan Anda. Ada perusahaan yang patuh, ada perusahaan yang tidak. Ini harus kita tertibkan," kata dia.

3. Prabowo sebut ada Perda penipu

Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan sejumlah akademisi dan pakar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto mengatakan ada Peraturan Daerah (Perda) penipu soal mitigasi kebakaran hutan dan lahan. Menurut Prabowo, masih ada loophole atau celah dalam Perda tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk melanggar aturan.

"Yang pertama, kita harus koreksi regulasi. Itu nanti kita harus tegas. Masih ada 8 Perda di kabupaten bayangkan, yang mau pakai loophole bahwa boleh bakar 2 hektare. Which is menurut saya complete nonsense, bahwa satu orang boleh bakar 2 hektare. Kalau dia bakar 2 hektare, bagaimana dihentikan itu kebakaran?" ujar Prabowo.

"Satu orang gak mungkin, kalau sudah satu hektare satu lapangan bola terbakar, satu orang mau hentikan? Kan itu, itu kan menipu, Perda ini menipu. Ya jadi ini penggalangan," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article