Prabowo Panggil Purbaya, Airlangga hingga Gubernur BI ke Istana, Bahas Ini

- Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri dan Gubernur BI ke Istana untuk rapat terbatas membahas isu ekonomi, pembangunan, serta transformasi BUMN.
- Dony Oskaria menyampaikan bahwa restrukturisasi BUMN ditargetkan selesai tahun ini dan Presiden juga menanyakan perkembangan penyelesaian utang proyek kereta cepat Whoosh.
- Menteri KKP Wahyu Trenggono menjelaskan percepatan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih yang ditargetkan rampung Mei serta rencana kerja sama pengadaan kapal dengan Inggris.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4/2026), untuk rapat terbatas (Ratas). Menteri yang terlihat hadir di Istana Kepresidenan ada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Selain itu, ada juga Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Wahyu Trenggono, Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Pery Warjiyo.
1. Bahas transformasi BUMN

Usai rapat terbatas, Dony Oskaria menjelaskan poin rapat bersama Presiden Prabowo. Salah satunya membahas tentang transformasi BUMN.
“Tahun ini kita harus menyelesaikan seluruh restrukturisasi BUMN dan diharapkan ini bisa selesai tepat waktu, tidak hanya tepat waktu tetapi juga secara fundamental selesai,” ujar Dony di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
2. Prabowo tanyakan Whoosh

Dony juga menyebut, dalam rapat tersebut Prabowo secara khusus menanyakan perkembangan kereta cepat Whoosh. Menurut Dony, kajian mengenai restrukturisasi utang kereta cepat tersebut sudah selesai dan akan segera ditandatangani.
"Insyaallah, saya dan Pak Menkeu, minggu depan atau 2 minggu lagi akan ketemu dengan teman-teman wartawan, dengan Pak Menkeu untuk menyampaikan penyelesaian dari Whoosh yang sudah selesai, sudah final, ya," ucap dia.
Dony belum bersedia buka-bukaan mengenai keterlibatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Detail mengenai proses penyelesaian tersebut akan disampaikan secara resmi bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Meski detailnya belum diungkap, Dony memastikan kesepakatan penyelesaian sudah final dan akan segera ditandatangani.
"Nah, ini nanti akan kita sampaikan, kan enggak surprise lagi nanti. Saya dan Pak Menkeu tentunya akan barengan nanti untuk menyampaikan kepada publik mengenai proses penyelesaian itu. Tapi yang pasti buat teman-teman sekalian, penyelesaiannya sudah segera akan kita tanda tangani dan kita bereskan," paparnya.
3. Bahas percepatan pembangunan kampung nelayan

Adapun Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, rapat terbatas juga membahas mengenai percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
"Kita sudah membangun 100 titik, 65 tahap satu, 35 tahap kedua, dan kemudian itu totalnya 100, semuanya diperkirakan akhir bulan Mei selesai," ucap Trenggono.
Pada tahun 2026, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan 1.000 unit. “Yang seribu berikut di tahun 2026 secara paralel kita akan kerjakan dan fokusnya adalah ke Indonesia Timur,” kata dia.
Tidak hanya itu, Trenggono menyampaikan mengenai kerja sama pengadaan kapal dengan Pemerintah Inggris. “Persiapan semuanya, seperti galangan kapal di Indonesia ada berapa, yang sanggup, yang sesuai. Itu semua kita sedang analisis bersama. Mudah-mudahan nanti segera bisa cepat. Karena targetnya dua tahun harus sudah jadi,” imbuhnya.


















