Pramono Izinkan ASN DKI Nonton Final Piala Dunia Asal Tak Ganggu Kerja

- Pramono Anung memperbolehkan ASN DKI menonton final Piala Dunia asalkan tidak mengganggu kinerja dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.
- Ia mengaku menjagokan Argentina di partai final, setelah sebelumnya mendukung Brasil, Argentina, dan Prancis sejak awal turnamen.
- Pramono menyebut final Argentina versus Spanyol sangat epik, menyoroti kisah unik Lamine Yamal yang pernah dimandikan oleh Lionel Messi.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyaksikan pertandingan final Piala Dunia, meski digelar pada dini hari. Namun, ia mengingatkan agar aktivitas tersebut tidak mengganggu kinerja pegawai.
"Kalau kemudian ada ASN Jakarta yang nonton, ya monggo-monggo saja. Yang penting kerjanya jangan kemudian berkurang, walaupun ini pertandingannya di dini hari," kata Pramono dikutip, Minggu (19/7/2026).
1. Momen yang wajar dirayakan

Pramono menilai, euforia final Piala Dunia merupakan momen yang wajar dirayakan karena hanya berlangsung empat tahun sekali. Karena itu, ia tidak mempermasalahkan apabila ASN ikut menikmati pertandingan, selama tetap menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan publik.
"Menurut saya ya monggo-monggo saja. Ini kan empat tahun sekali. Momentum kegembiraan ini monggo-monggo saja," ujarnya.
2. Pramono dukung Argentina

Sementara terkait dukungan, Pramono mengaku akan tetap memegang Argentina pada partai final Piala Dunia. Menurutnya, sejak awal turnamen ia sudah menjagokan Brasil, Argentina, dan Prancis, sehingga kini pilihannya tetap jatuh kepada Argentina.
Pramono menilai, pertandingan Argentina melawan Inggris yang digelar Kamis (16/7/2026) dini hari merupakan luar biasa.
"Semua orang melihat pertandingan kemarin terakhir ketika Argentina melawan Inggris, 7 menit terakhir itu menurut saya luar biasa. Kalau dulu ada tangan Tuhan, sekarang ada kaki Messi yang dua kali assist yang terjadi gol, menurut saya luar biasa," ucapnya.
3. Final yang epik

Pramono juga menilai, final kali ini memiliki cerita yang menarik karena mempertemukan Argentina dengan Spanyol. Ia menyinggung kisah Lamine Yamal yang semasa bayi pernah dimandikan Lionel Messi.
"Di Spanyol ada Yamal yang dulu pernah dimandiin Messi. Jadi cerita final bola kali ini sangat epik sekali," katanya.

















