Pramono Curhat Dikomplain Tak Ada Halte Transjabodetabek di Tetangga

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima banyak komplain soal belum adanya halte Transjabodetabek di wilayah penyangga yang dilalui rute baru.
- Pramono menegaskan perluasan layanan Transjabodetabek tetap berjalan demi memudahkan mobilitas warga dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
- Pemprov DKI menyiapkan tambahan rute Cawang–Cikarang serta rute baru Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang sudah mendapat izin dari Kementerian Perhubungan.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku menerima sejumlah komplain terkait ketiadaan halte di daerah penyangga, seiring perluasan rute Transjabodetabek.
Pramono menyebut untuk wilayah administrasi Jakarta, pembangunan halte menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, persoalan muncul ketika rute melintasi wilayah di luar Jakarta.
“Problem utamanya Transjabodetabek, kalau yang wilayahnya Jakarta, maka kami yang bertanggung jawab untuk membangun haltenya dan semuanya sudah kita lakukan. Tetapi problemnya adalah tidak semua daerah kemudian mau untuk membangunkan halte itu,” ujar Pramono, Jumat (20/2/2026).
1. Dikomplain tidak ada halte Transjakarta

Pramono mengaku pihaknya juga menerima komplain dari masyarakat terkait belum tersedianya halte di sejumlah titik, meski tidak merinci daerah yang dimaksud.
"Karena kami juga mendapatkan komplain tanpa menyebut daerahnya ya bahwa belum ada halte," ucapnya.
2. Pramono tetap perluas Transjabodetabek

Meski demikian, Pramono menegaskan perluasan layanan Transjabodetabek tetap dilanjutkan. Menurutnya, tujuan utama program tersebut adalah memudahkan masyarakat menggunakan transportasi umum dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
“Walaupun ada permasalahan halte, tetap untuk Transjabodetabek ini kami lanjutkan,” katanya.
3. Pemprov DKI akan membuka rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta

Saat ini, Transjabodetabek telah memiliki tujuh trayek aktif dan akan ditambah satu rute Cawang–Cikarang. Dalam waktu dekat, Pemprov DKI Jakarta juga menargetkan pembukaan rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Pramono menyebut, secara prinsip pihaknya telah memperoleh persetujuan dan izin dari Kementerian Perhubungan untuk pengembangan rute tersebut usai pertemuan dengan Menteri Perhubungan.
“Secara prinsip sudah mendapatkan persetujuan dan izin dari Kementerian Perhubungan,” ujanya.

















