Setahun Pramono–Rano, Jakpro Genjot Aset Strategis Jakarta

- Memasuki satu tahun kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno, arah pembangunan Jakarta difokuskan pada kebutuhan warga, partisipasi publik, serta keberlanjutan lingkungan.
- Jakpro menerjemahkan kebijakan tersebut dengan mengelola aset strategis seperti LRT Jakarta, JIS, TIM, dan Velodrome agar lebih produktif serta berdampak langsung bagi masyarakat.
- Iwan Takwin menegaskan tata kelola berkelanjutan menjadi fondasi proyek Jakpro, termasuk pembangunan JPO penghubung JIS–Ancol untuk memperkuat konektivitas dan ekosistem kawasan utara Jakarta.
Jakarta, IDN Times – Memasuki satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, arah pembangunan Jakarta disebut semakin fokus pada kebutuhan warga, partisipasi publik, dan keberlanjutan lingkungan.
Pendekatan ini tak semata mengejar pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menargetkan peningkatan kualitas hidup serta pemerataan manfaat pembangunan.
Sebagai BUMD strategis, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) menerjemahkan kebijakan tersebut melalui pengelolaan aset dan proyek infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Sebagai BUMD yang mendapat mandat strategis, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) menerjemahkan kebijakan tersebut melalui pengelolaan aset dan proyek infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin dalam keterangan, Jumat (20/2/2026).
1. Aset strategis kota harus hidup

Iwan Takwin memaparkan, dalam setahun terakhir Jakpro memperkuat pendekatan pembangunan yang tidak berhenti pada penyelesaian fisik proyek.
“Pembangunan tidak bisa hanya diukur dari berdirinya bangunan atau selesainya proyek. Yang terpenting adalah bagaimana aset strategis kota itu hidup, produktif, dan memberi manfaat nyata bagi warga,” ujar Iwan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Jakarta diukur dari dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar capaian administratif.
2. Optimalisasi LRT hingga JIS

Optimalisasi aset dilakukan pada sejumlah fasilitas strategis seperti LRT Jakarta, Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, serta Jakarta International Velodrome.
Aset tersebut tak hanya difungsikan sebagai infrastruktur kota. Jakpro mendorongnya menjadi ruang interaksi sosial sekaligus penggerak ekonomi lokal.
“Kami memastikan setiap pengelolaan aset membuka ruang bagi UMKM, menciptakan peluang kerja, serta mendorong konektivitas kawasan yang lebih ramah publik,” katanya.
3. JPO JIS–Ancol dan integrasi kawasan

Iwan menegaskan, tata kelola dan prinsip keberlanjutan menjadi fondasi dalam setiap proyek. Jakpro mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan agar selaras dengan target dekarbonisasi serta daya saing Jakarta sebagai kota global.
“Ke depan, kami ingin memastikan setiap mandat yang diberikan pemerintah provinsi tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar menghadirkan dampak yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Dalam konteks konektivitas kawasan, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium dengan Ancol menjadi bagian dari strategi integrasi kawasan. Infrastruktur ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas pejalan kaki sekaligus memperkuat ekosistem kawasan utara Jakarta.

















