Pramono: Debit Visa Bank Jakarta Mungkin Bisa Dipakai Lebih 200 Negara

- Kartu Debit Visa Bank Jakarta dapat digunakan di lebih dari 200 negara
- Bank Jakarta berharap layanan yang andal, aman, dan global
- Pentingnya integrasi sistem transportasi dengan Bank Jakarta untuk keunggulan kompetitif
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, meluncurkan Kartu Debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2025).
Peluncuran ini menjadi langkah awal transformasi Bank Jakarta untuk meningkatkan layanan perbankan hingga tingkat global.
“Ini menunjukkan bahwa Bank Jakarta dikelola semakin profesional. Bekerja sama dengan Visa, transaksi dapat dilakukan di mana saja,” kata Pramono di website resmi Pemprov DKI.
1. Kartu Debit Visa Bank Jakarta bisa digunakan di lebih dari 200 negara

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan kepercayaan penuh kepada jajaran direksi dan komisaris Bank Jakarta untuk mengelola bank tanpa intervensi.
Menurutnya, kepercayaan (trust) merupakan fondasi utama dalam mentransformasi bank milik pemerintah agar dikelola secara lebih profesional, sehat, dan berdaya saing.
"Jaringan Visa memungkinkan Kartu Debit Visa Bank Jakarta digunakan di lebih dari 200 negara," katanya.
2. Dipercaya untuk kelas global

Pramono berharap, layanan Bank Jakarta semakin andal, aman, serta memberikan kemudahan sebesar-besarnya bagi masyarakat hingga tingkat global.
“Mudah-mudahan dengan kerja sama ini, kita semua merasa yakin Kartu Debit Visa Bank Jakarta benar-benar bisa dipercaya untuk kelas global,” harapnya.
3. Sistem transportasi dapat terintegrasi dengan Bank Jakarta

Pramono menekankan pentingnya menjaga integritas layanan perbankan agar tidak muncul persoalan teknis yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat. Ia optimistis, dengan profesionalisme yang terus diperkuat, Bank Jakarta akan tumbuh menjadi bank yang semakin dipercaya dan kompetitif.
Ia juga berharap, Bank Jakarta berperan lebih besar dalam mendukung digitalisasi layanan publik, termasuk sistem pembayaran transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta.
Menurutnya, integrasi transaksi transportasi akan memperkuat basis data Bank Jakarta dan menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan perbankan lainnya.
"Jika seluruh sistem transportasi dapat terintegrasi dengan Bank Jakarta, maka kekuatan basis data akan sangat besar dan menjadi aset penting bagi pengembangan bank ke depan,” kata Pramono.



















