Anwar Ibrahim Larang Instansi Pemerintah Gelar Open House Lebaran

- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melarang seluruh instansi pemerintah, GLC, dan perusahaan investasi negara menggelar open house Idul Fitri 2026 demi penghematan di tengah dampak konflik Timur Tengah.
- Anwar juga membatasi perjalanan dinas luar negeri bagi pejabat dan menteri, menekankan pentingnya pengeluaran yang bijaksana serta pendekatan moderat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
- Pemerintah Malaysia akan mengadakan rapat kabinet khusus untuk membahas kondisi fiskal akibat eskalasi konflik Timur Tengah yang meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, secara resmi menginstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk tidak menyelenggarakan open house pada Hari Raya Idul Fitri 2026.
Hal itu juga berlaku bagi perusahaan terkait pemerintah (GLC) dan perusahaan investasi pemerintah sebagai bentuk respons atas dampak ekonomi yang dipicu oleh memanasnya konflik di Timur Tengah.
Selain membatasi perayaan, Anwar juga meminta frekuensi perjalanan dinas ke luar negeri dikurangi secara signifikan. Seluruh menteri dan jajaran pemerintahan wajib membatasi perjalanan internasional, kecuali untuk agenda yang sudah terjadwal dan bersifat mendesak.
“Ini untuk memberikan pesan agar pengeluaran dilakukan dengan lebih bijaksana,” kata di dilansir The Star, Rabu (11/3/2026).
1. Demi jaga stabilitas ekonomi

Anwar menyatakan langkah yang dia ambil merupakan keputusan yang paling masuk akal. Dia menilai pemerintah perlu bersikap antisipatif agar ekonomi Malaysia tidak terpuruk jika situasi internasional memburuk.
Dia pun mengajak seluruh jajarannya untuk mengambil pendekatan yang lebih moderat dan bertanggung jawab dalam mengelola pengeluaran negara di masa krisis.
“Saya mengatakan ini adalah keputusan yang masuk akal, agar kita tidak terdampak ketika situasi memburuk. Jadi, mari kita mengambil pendekatan yang moderat dan bertanggung jawab,” ujar dia.
2. Gelar rapat kabinet khusus bahas fiskal negara

Anwar akan menggelar rapat kabinet khusus pada Jumat (13/3/2026). Pertemuan tersebut fokus membahas dinamika situasi internasional yang berubah cepat serta pengaruhnya terhadap posisi fiskal dan keuangan Malaysia.
Dia optimistis dengan kerja sama solid antara pemerintah, aparatur sipil negara, dan sektor swasta, Malaysia mampu melewati tantangan tersebut. Dia memastikan Malaysia memiliki pengalaman yang teruji.
“Kita sudah pernah diuji oleh berbagai krisis sebelumnya. Saya yakin dengan tanggung jawab dan kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah, aparatur sipil negara, dan sektor swasta, kita bisa menangani masalah ini dengan bijak,” kata dia.
3. Eskalasi konflik Timur Tengah sejak 28 Februari

Situasi global sendiri memanas setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu eskalasi hebat di kawasan Timur Tengah.
Laporan menyebutkan bahwa serangan pada hari pertama telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah anggota keluarganya, termasuk istri dan menantunya.
Kematian Ali Khamenei kini memicu proses transisi kepemimpinan yang cepat di Iran untuk menentukan sosok pengganti di tengah situasi perang.


















