- Mayjen TNI Deddy Suryadi (Pangdam Jaya) menjadi Pangdam Jaya (dampak validasi organisasi)
- Mayjen TNI Lucky Avianto (Pangdam XXIV/MT) menjadi Pangkogabwilhan III
- Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia (Pa Sahli Tk. III Kasad Bid. Ekonomi dan Kesra) menjadi Pangdam XXIV/Mandala Trikora
- Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang (Pa Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI) menjadi Pangdam XVII/Cendrawasi
- Mayjen TNI Dody Triwinarto (Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI) menjadi Pangdam XV/Pattimura
- Letjen TNI Bambang Trisnohadi (Pangkogabwilhan III) menjadi Kepala Staf Teritorial TNI (dampak validasi organisasi)
- Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto (Kapok Sahli Pangdam IX/Udy) menjadi Dir C Bais TNI
- Brigjen TNI Mirza Patria Jaya (Dir C Bais TNI) menjadi Pa Sahli Tk. III Kasad Bid. Ekonomi dan Kesra
- Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda (Danrem 173/PVB Kodam XVII/Cen) menjadi Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana
- Brigjen TNI Vivin Alivianto (Kasdivif 1 Kostrad) menjadi Danrem 173/PVB Kodam XVII/Cendrawasi
- Brigjen TNI Setyo Wibowo (Asops Kaskostrad) menjadi Kasdivif 1 Kostrad
- Kolonel Inf Tommy Anderson (Paban VIII/Kermalat Non Asia Sopsad) menjadi Asops Kaskostrad
- Mayjen TNI Suhardi (Aster Panglima TNI) menjadi Wakil Asisten Teritorial TNI (dampak validasi organisasi)
- Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna R (Tenaga Ahli Pengajar Bid. Strategi Lemhannas) menjadi Staf Khusus KSAD (Dalam rangka penugasan di Kementerian/Lembaga)
- Mayjen TNI Amrin Ibrahim (Pangdam XVII/Cen) menjadi Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi Lemhannas
- Mayjen TNI Budi Hariswanto (Kapusziad) menjadi Pa Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI
- Brigjen TNI Zulhadrie S.Mara (Kasdam Jaya) menjadi Kapusziad
- Brigjen TNI Putra Widyawinaya (Kasdam XII/Tpr) menjadi Kasdam Jaya (dampak dari validasi organisasi)
- Brigjen TNI Bambang Sujarwo (Danrem 072/PMK Kodam IV/Dip) menjadi Kasdam XII/Tpr
- Kolonel Inf Yuniar Dwi Hantono (Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad) menjadi Danrem 072/PMK Kodam IV/Dip
- Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo (Pangdam XV/Ptm) menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI
- Mayjen TNI dr. Bima Wisnu Nugraha, Sp.THT., M.Kes., M.A.R.S. (Kapuskesad) menjadi Staf Khusus KSAD
- Brigjen TNI dr. Gunawan Rusuldi, Sp.OG., Subsp.Onk., M.A.R.S., CGCA (Ir Puskesad) menjadi Kapuskesad
- Mayjen TNI Sunoto (Staf Ahli Bid. SDA dan Lingkungan Hidup BIN) menjadi Staf Khusus KSAD (dalam rangka pensiun)
- Brigjen TNI Fahmi Sudirman (Agen Intelijen Ahli Madya Pada Dir. Jawa dan Bali Deputi Bid. Intelijen DN BIN) menjadi Staf Ahli Bid. SDA dan Lingkungan Hidup BIN
- Brigjen TNI Bayu Sudarmanto (Kabinda Papua Pada Deputi Bidang Intelijen DN BIN) menjadi Staf Khusus KSAD
- Brigjen TNI Dedi Hardono (Penata Kelola Intelijen Ahli Madya Pada Direktorat Ops Deputi Bid. Kontra Intelijen BIN) menjadi Kabinda Papua Pada Deputi Bidang Intelijen DN BIN
- Brigjen TNI Hasandi Lubis (Danrindam IM) menjadi Staf Khusus KSAD (Dalam rangka Dik P3N XXVII TA 2026 Lemhannas RI)
- Kolonel Inf Ali Imran (Danrem 011/Lilawangsa Kodam IM) menjadi Danrindam IM
- Kolonel Inf Jimmy Rihi Tugu (Paban V/Bakti TNI Ster TNI) menjadi Dirpuanter Ster TNI (dampak validasi Organisasi)
- Kolonel Inf M. Herry Subagyo (Paban V/Bakti TNI Sterad) menjadi Dirbinter Ster TNI (dampak validasi Organisasi)
- Kolonel Inf Chandra Ariyadi Prakosa (Asrendam Jaya) menjadi Asrendam Jaya (dampak validasi Organisasi)
- Kolonel Inf Sri Marantika Beruh (Asintel Kasdam Jaya) menjadi Asintel Kasdam Jaya (dampak validasi Organisasi)
- Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu (Danrem 172/PWY Kodam XVII/Cen) menjadi Aster Kaskogabwilhan II
- Brigjen TNI Robby Suryadi (Aster Kaskogabwilhan II) menjadi Danrem 172/PWY Kodam XVII/Cen
Mutasi dan Rotasi 35 Posisi Perwira Tinggi AD, Ini Kata Mabes TNI

- Panglima TNI melakukan mutasi dan rotasi terhadap 35 perwira tinggi Angkatan Darat, termasuk lima Pangdam, sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyesuaian kebutuhan organisasi.
- Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi mendapat promosi menjadi jenderal bintang tiga setelah validasi organisasi, menjadikannya Pangdam pertama dengan pangkat letnan jenderal.
- Analis militer menilai kenaikan pangkat bintang tiga hanya berlaku untuk Pangdam Jaya karena posisi strategisnya di Jakarta sebagai pusat gravitasi keamanan nasional.
Jakarta, IDN Times - Tak lama usai telegram rahasia status siaga I diterbitkan oleh Mabes TNI, Panglima TNI juga melakukan mutasi dan rotasi terhadap sejumlah perwira tinggi. IDN Times memperoleh data ada 35 perwira tinggi di matra TNI Angkatan Darat (AD) yang mengalami mutasi dan rotasi. Lima di antaranya merupakan pergeseran di posisi Panglima Kodam.
Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, ia membenarkan adanya mutasi dan rotasi. Aktivitas rotasi dan mutasi, kata, jenderal bintang dua itu merupakan hal yang biasa dalam rangka pembinaan karier prajurit serta kebutuhan organisasi.
"Langkah ini juga dilakukan agar organisasi TNI tetap adaptif terhadap tantangan tugas yang dinamis," ujar Aulia lewat pesan pendek pada Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan setiap keputusan termasuk rotasi dan mutasi diambil berdasarkan pertimbangan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI. Namun, ia tak mengonfirmasi jabatan apa saja yang mengalami rotasi dan mutasi.
1. Pangdam Jaya mengalami kenaikan pangkat jenderal bintang tiga

Salah satu yang mendapatkan promosi adalah Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi. Posisi Kodam Jaya mengalami validasi organisasi, di mana Pangdamnya mengalami kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang tiga atau letnan jenderal. Saat ini Deddy merupakan jenderal bintang dua.
Ketika IDN Times mengonfirmasi kepada Deddy, ia membenarkan adanya kenaikan pangkat. "Saya tunggu perintah Mabes saja (untuk prosesi kenaikan pangkatnya)," ujar Deddy lewat pesan pendek pada Selasa (10/3/2026).
Ia pun turut membenarkan tetap bertugas di Jakarta meskipun mendapatkan kenaikan pangkat. "Saya tetap (bertugas di Jakarta)," imbuhnya.
Dengan begitu, Deddy menjadi Pangdam pertama yang diberi pangkat jenderal bintang tiga atau letjen.
2. Pangkat jenderal bintang tiga hanya khusus untuk Pangdam Jaya

Sementara, dalam pandangan analis militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai kenaikan pangkat jenderal bintang tiga untuk Kodam, akan berlaku sementara ini untuk Kodam Jaya saja. Sebab, posisi Kodam Jaya sangat penting lantaran ada di Jakarta.
"(Kenaikan pangkat jenderal bintang tiga) hanya khusus Pangdam Jaya saja. Kodam krusial di ibu kota negara," ujar Selamat kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Selasa kemarin.
Ia mengatakan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin pernah menyebut tiga pusat gravitasi di Indonesia yakni Jakarta, Aceh dan Papua. Dengan begitu, dibutuhkan strategi pengamanan khusus.
"Untuk saat ini fokus ke Jakarta lebih dulu. Mungkin ke depan (validasi organisasi) bisa ke Kodam Iskandar Muda dan Kodam Cendrawasih," tutur dia.
3. 35 posisi perwira tinggi dirotasi, termasuk lima Pangdam

Berdasarkan data yang diterima oleh IDN Times, ada 35 posisi perwira tinggi yang mengalami rotasi dan mutasi. Termasuk enam posisi Panglima Kodam. Berikut pergeseran posisi tersebut di matra Angkatan Darat:


















