Pramono Larang Pembangunan Rumah dan Rusun Baru di Jakarta Pakai Seng

- Rumah beratap seng di Jakarta tak banyak digunakan
- Program gentengisasi Prabowo akan dilakukan pemerintah pusat dan daerah
- Pramono juga tertibkan atribut partai di flyover yang mengganggu arus lalu lintas
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan pembangunan rumah susun baru maupun rumah baru yang dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tidak lagi menggunakan atap berbahan seng.
Instruksi tersebut sejalan dengan gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau gentengisasi, yang digagas Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan daerah.
“Saya akan memerintahkan agar rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta sudah tidak boleh lagi menggunakan seng,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2/2026).
1. Rumah beratap seng di Jakarta tak banyak

Menurut Pramono, penggunaan atap seng di Jakarta sebenarnya sudah tidak terlalu banyak digunakan. Namun, pemerintah daerah tetap akan memastikan material tersebut tidak lagi dipakai pada pembangunan hunian baru yang dikelola Pemprov DKI.
"Jadi hal yang berkaitan dengan gentengisasi, tentunya yang pertama DKI Jakarta akan menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden. Karena memang bagi Jakarta juga lebih baiklah, dan memang di Jakarta yang memanfaatkan seng itu sebenarnya tidak terlalu banyak,” kata dia.
2. Program gentengisasi Prabowo

Pramono mengatakan, tak cuma gentengisasi yang akan dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat mengusung program Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah)
Dalam gerakan itu terdapat program gentengisasi, pembersihan kota mulai dari sampah hingga kabel semrawut, dan penertiban atribut politik di sarana publik.
"Tentunya apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk di Jakarta kami tindak lanjuti," ujar Pramono.
3. Pramono juga tertibkan atribut partai

Tak hanya itu, Pramono berkomitmen menertibkan dan membersihkan atribut partai di flyover yang berisiko mengganggu arus lalu lintas.
"Saya benar-benar pengen menertibkan, enggak ada lagi di Jakarta yang namanya flyover itu kalau partai ada acara kemudian masang di flyover. Itu mengganggu banget lalu lintas yang ada di Jakarta dan itu akan kami lakukan," katanya.


















