Spesifikasi HMS Dragon Inggris yang Dikerahkan ke Siprus

- Pemerintah Inggris mengerahkan kapal perusak HMS Dragon dan dua helikopter Wildcat ke Siprus untuk memperkuat pertahanan RAF Akrotiri setelah serangan drone yang menyebabkan kerusakan ringan.
- HMS Dragon, kapal perusak Tipe 45 dengan kemampuan pertahanan udara canggih, diberangkatkan dari Portsmouth menuju Mediterania Timur guna meningkatkan kehadiran defensif Inggris di kawasan tersebut.
- PM Keir Starmer menegaskan komitmen keamanan Inggris di Siprus serta menolak keterlibatan dalam serangan AS-Israel terhadap Iran, meski mendapat kritik dari Presiden AS Donald Trump.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris mengerahkan kapal perusak Tipe 45 HMS Dragon milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris ke kawasan Mediterania Timur guna memperkuat perlindungan di sekitar pangkalan RAF Akrotiri, Siprus. Keputusan ini diumumkan Perdana Menteri (PM) Inggris Sir Keir Starmer setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Siprus Nikos Christodoulides, sekaligus memastikan pengiriman dua helikopter Wildcat bersenjata rudal Martlet untuk menghadapi ancaman drone.
Langkah tersebut diambil menyusul serangan drone pada Senin (2/3/2026) yang sempat menghantam landasan pacu RAF Akrotiri dan menyebabkan kerusakan ringan. Sistem anti-drone memang telah ditempatkan di lokasi, namun perangkat itu tetap berhasil ditembus. Melalui akun X, Starmer menegaskan komitmen Inggris.
“Inggris sepenuhnya berkomitmen terhadap keamanan Siprus dan personel militer Inggris yang berbasis di sana. Kami akan selalu bertindak demi kepentingan Inggris dan sekutu kami,” tulisnya.
1. Seperti apa HMS Dragon?

HMS Dragon merupakan satu dari tiga kapal perusak Tipe 45 yang masih berstatus operasional, sedangkan tiga lainnya tengah menjalani pemeliharaan. Kapal itu dijadwalkan bertolak dari Portsmouth pada Selasa (3/3/2026) pukul 22:15 waktu setempat. Pelayaran menuju Siprus diperkirakan berlangsung 5-7 hari dengan kecepatan rata-rata sekitar 30 knot atau 34,5 mil per jam.
Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) menyebut kapal tersebut sebagai salah satu platform pertahanan udara paling mumpuni karena mampu menembakkan delapan rudal dalam kurun kurang dari sepuluh detik. Menteri Pertahanan John Healey menjelaskan penguatan ini dilakukan untuk meningkatkan kehadiran defensif Inggris di kawasan tersebut.
“Kami bergerak cepat untuk lebih memperkuat kehadiran defensif kami di Mediterania Timur. HMS Dragon membawa kemampuan pertahanan udara kelas dunia, dan helikopter Wildcat kami dipersenjatai rudal Martlet untuk melawan ancaman drone yang semakin meningkat,” katanya, dikutip dari BBC.
Saat ini tak ada kapal perang utama Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang ditempatkan di Mediterania maupun Timur Tengah. Satu-satunya unsur yang berada di kawasan itu adalah kapal pemburu ranjau HMS Middleton yang bermarkas di Bahrain.
2. Serangan drone sebabkan kerusakan ringan di RAF Akrotiri

Dilansir dari The Guardian, serangan drone yang menghantam RAF Akrotiri meninggalkan dampak kerusakan ringan pada landasan pacu. Dua drone lain yang datang setelahnya berhasil dicegat sistem pertahanan setempat. Sejumlah sumber di Siprus menduga perangkat itu diluncurkan dari wilayah Lebanon yang dikuasai Hizbullah, meski MoD belum mengonfirmasi asal-usulnya. Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan antena buatan Rusia terpasang pada drone tersebut, namun belum ada verifikasi resmi.
Dalam sejumlah operasi defensif, pasukan Inggris beberapa kali menjatuhkan drone Shahed. Seorang pilot jet tempur F-35 RAF menembakkan rudal ASRAAM untuk merontokkan drone di atas Yordania, sementara pilot Typhoon lain menembak jatuh drone yang bergerak menuju Qatar. Unit anti-drone Inggris juga menetralkan drone di wilayah udara Irak. Warga di sekitar RAF Akrotiri diminta berlindung, sedangkan keluarga personel militer Inggris dipindahkan dari pangkalan demi alasan keamanan.
3. Inggris tanggapi kritik terkait konflik dengan Iran

Prancis menyatakan kesiapan mengirim fregat beserta sistem anti-drone ke Siprus. Juru bicara Angkatan Darat Prancis kepada BBC mengatakan pasukan mereka terus menyesuaikan sikap dan penempatan sebagai respons atas ancaman yang berkembang serta mengerahkan aset udara dan maritim bersama mitra regional untuk menjaga stabilitas berdasarkan perjanjian pertahanan yang berlaku. Pemerintah Siprus juga telah meminta dukungan kepada Jerman dan permintaan tersebut masih dipertimbangkan.
Juru bicara PM Inggris menyebut RAF Akrotiri telah dilengkapi kemampuan defensif signifikan, termasuk radar, sistem pertahanan udara, dan jet tempur F-35. Dalam sidang Parlemen, Starmer menyatakan serangan drone itu bukan respons atas keputusan Inggris mana pun dan terjadi sebelum Inggris mengizinkan penggunaan terbatas pangkalannya oleh Amerika Serikat (AS). Ia juga menyampaikan bahwa pangkalan di Siprus tidak digunakan dan tak akan digunakan oleh AS karena dinilai tak sesuai untuk tujuan tersebut.
Starmer mempertahankan sikap Inggris yang tak terlibat dalam serangan awal gabungan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior lain di Teheran. Kepada anggota parlemen, ia menyebut Presiden AS, Donald Trump menyatakan ketidaksetujuan atas keputusan tersebut, namun ia tetap menilai kepentingan nasional Inggris sebagai pertimbangan utama dan bertanggung jawab penuh atas sikap itu. Ia juga menyampaikan bahwa respons Iran yang dianggap berlebihan telah menjadi ancaman nyata bagi rakyat Inggris, kepentingan nasional, dan sekutu-sekutunya.
Trump kemudian melontarkan kritik dalam konferensi pers, termasuk menyinggung penolakan Inggris mengizinkan penggunaan pangkalan di Diego Garcia untuk melancarkan serangan awal terhadap Iran. Ia menyatakan sedang berhadapan bukan dengan sosok seperti Winston Churchill dan mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap Inggris. Konflik dengan Iran telah memasuki hari keempat, dan Trump memperkirakan perang dapat berlangsung 4-5 minggu meski kemampuan Iran beserta kelompok proksinya untuk bertahan dinilai tak akan lama.


















