Profil Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI Pengganti Adies Kadir

- Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI baru
- Latar belakang: berkuliah di teknik sipil, memiliki gelar Magister Teknik dan Sarjana Hukum
- Karier politik: Anggota DPR RI, Bendahara Umum DPP Partai Golkar, mewakili daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II
- Kekayaan: total kekayaan Rp 55,6 Miliar, aset terbesar berupa tanah dan bangunan senilai Rp 47,9 Miliar
Jakarta, IDN Times - DPR RI resmi menetapkan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir yang maju sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, (27/1/2026).
Penunjukan tersebut berdasarkan surat DPP Partai Golkar tertanggal 26 Januari 2026.
"Selanjutnya surat dari DPP Partai Golkar yang dimaksud juga menyampaikan usulan penggantian Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, dari saudara Adies Kadir kepada saudari Sari Yuliati,” kata Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa saat memimpin rapat yang kemudian disetujui oleh peserta yang hadir di rapat tersebut.
Berikut merupakan profil Sari Yuliati.
1. Latar belakang Sari Yuliati, pernah berkuliah di jurusan teknik sipil

Dikutip dari laman resmi sariyuliati.com, Ia lahir pada 2 Juni 1976. Perempuan berumur 50 tahun tersebut mengawali pendidikannya di SDN 3 Pagi Duren Sawit (1982-1988), kemudian melanjutkannya di SMP Negeri 27 Duren Sawit (1988-1991) dan SMA Negeri 81 Lab School Rawamangun (1991-1994).
Ia lalu berkuliah di Jurusan Teknik Sipil Universitas Trisakti (1995-1999/2000), meraih gelar Magister Teknik dari Universitas Indonesia (2001-2003), menyelesaikan Sarjana Hukum di Universitas Kristen Indonesia (2020-2025), dan saat ini sedang menempuh pendidikan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran.
2. Karier politik Sari Yuliati

Lebih lanjut, sebelum dipilih menjadi Wakil Ketua DPR RI yang baru, Sari menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk periode 2019-2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029. Di periode tersebut, Ia menduduki jabatan sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Bendahara Fraksi Partai Golkar di DPR RI dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Sari mewakili daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Mataram.
3. Kekayaan Sari Yuliati tercatat Rp55,6 Milliar

Sementara, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 15 Juli 2024, total kekayaan Sari Yuliati tercatat sebesar Rp Rp 55.661.774.154. Aset terbesar berupa tanah dan bangunan senilai Rp Rp 47.924.468.090. yang tersebar di beberapa wilayah seperti Jakarta Selatan, Tangerang, dan Bogor, Bekasi, dan Tangerang Selatan.
Tak hanya itu, dia memiliki kas dan setara kas Rp 7,7 miliar dan utang Rp 576,7 juta.
Di luar parlemen, Sari Yuliati aktif sebagai Bendahara Umum PPK Kosgoro 1957. Dalam kapasitas itu, ia pernah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp250 juta untuk korban bencana alam di Sumatera Barat, yang diserahkan di Pendopo Bupati Padang Pariaman.


















