Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gubernur Jatim Khofifah Terima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo

Jatim 03.jpeg
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawamsa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto. (dok. Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Timur)
Intinya sih...
  • Gubernur Jatim Khofifah menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden Prabowo.
  • Kontribusi Jatim sebagai produsen padi dan beras tertinggi diakui dengan penghargaan atas dedikasi dalam mendukung Swasembada Pangan Nasional.
  • Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi dukungan kepala daerah dan petani dalam mewujudkan Swasembada Pangan 2025.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawamsa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto. 

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Khofifah dalam gelaran Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Halaman Kantor Kec. Cilebar, Kab. Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). 

1. Kontribusi Jatim sebagai produsen padi dan beras tertinggi

Ilustrasi petani memanen padi saat musim panen raya. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Ilustrasi petani memanen padi saat musim panen raya. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya ini diberikan pada Gubernur Khofifah atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam mendukung pencapaian Swasembada Pangan Nasional sepanjang Tahun 2025.

Sebelumnya, penghargaan serupa juga pernah diterima Gubernur Khofifah atas prestasi di Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Bidang Kelautan. “Alhamdulillah kami haturkan terima kasih sebesar-besarnya pada Bapak Presiden Prabowo atas tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya yang kami terima hari ini,” kata Gubernur Khofifah.

“Penghargaan ini sejatinya adalah hasil kerja dan komitmen bersama seluruh elemen di Jawa Timur dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya para petani, Gapoktan, Kepala Daerah serta Forkopimda dan berbagai dukungan Kementan RI,” imbuhnya. 

Bukan tanpa alasan, penghargaan ini diberikan pada Gubernur Khofifah. Pasalnya di sepanjang tahun 2025, Provinsi Jatim berhasil menjadi provinsi produsen padi dan beras tertinggi nasional. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) rilis 5 Januari 2026, produksi padi Jatim mencapai 12,69 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) atau 10,56 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dan produksi beras mencapai 6,10 juta ton. Angka tersebut tercatat mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2024 masing-masing 9,27 juta ton GKG padi dan 5,35 juta ton beras. 

Prestasi ini berhasil mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai provinsi lumbung pangan yang menjadi Pilar Kedaulatan Pangan Nasional.

Jawa Timur sendiri berhasil menjadi produsen padi dan beras tertinggi nasional setelah mengungguli Jawa Barat sebanyak 10,24 juta ton GKG padi dan 5,91 juta ton beras serta Jawa Tengah sebanyak 9,41 juta ton GKG dan 5,41 juta ton beras sepanjang tahun 2025. 

“Sekali lagi ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani Jawa Timur yang menjadi tulang punggung produksi pangan,” tegas Khofifah.

2. Ini alasan panen padi Jatim terus meningkat

Ilustrasi petani menanam padi
Ilustrasi petani menanam padi ( ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)

Keberhasilan ini disebutnya juga didorong oleh berbagai program strategis, mulai dari mekanisasi pertanian, penyediaan bibit unggul, hingga pengelolaan irigasi yang efektif melalui pompanisasi dan renovasi saluran air.

Melalui kerja keras dan sinergi tersebut, sektor pertanian Jatim tercatat terus mengalami kenaikan. Luas Panen Padi Jatim tahun 2024 yaitu 1,62 juta hektar meningkat menjadi 1,84 juta  hektar atau 13,95 persen di tahun 2025. Peningkatan ini ditopang oleh Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025 sebesar 2.426.073 Ha.

"Kenaikan produksi padi dan beras kita di tahun 2025 tercatat paling tinggi dalam lima tahun. Kenaikannya sangat signifikan yaitu 13,89 persen sepanjang 2020-2025. Ini artinya komitmen dan kerja keras kita sangat berdampak," ujar Gubernur Khofifah. 

Ia juga menegaskan, capaian swasembada ini bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol kedaulatan bangsa yang harus terus dijaga dan ditingkatkan keberlanjutannya. 

Khofifah meyakini, dengan konsistensi dari seluruh pihak seperti saat ini, bukan tidak mungkin akan mendukung Indonesia menuju Swasembada Pangan yang juga berkelanjutan. Secara khusus, ia berpesan agar dedikasi Jawa Timur dalam sektor pertanian juga dapat meningkat seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan ekosistem hulu ke hilir yang inklusif.

"Kami persembahkan penghargaan ini secara khusus untuk seluruh pejuang pangan di desa-desa yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas stok pangan nasional hingga tahun 2025 ini," pungkasnya.

3. Presiden Prabowo Subianto apresiasi dukungan kepala daerah

Jatim 05.jpeg
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawamsa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto. (dok. Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Timur)

Sementara itu, apresiasi dan penghormatan disampaikan secara khusus oleh Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh Kepala Daerah baik Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia atas dukungannya mewujudkan Swasembada Pangan di tahun 2025. 

"Saya meyakini bahwa hari ini saudara semua berhasil sebagai putra putri terbaik bangsa. Saudara buktikan bahwa Indonesia Bisa," ucapnya. 

Ucapan terima kasih juga disampaikannya khusus kepada para petani yang telah menjadi ujung tombak dalam suksesnya Swasembada Pangan 2025. 

"Kita tidak akan pernah merdeka tanpa peran penting dari para petani. Para petani lah yang paling setia, paling loyal dan paling Merah Putih di Indonesia ini," tutur Presiden Prabowo. 

Ia mengaku optimis bahwa setelah pengumuman Swasembada Pangan 2025, maka laju pertumbuhan Indonesia tidak akan bisa dihentikan oleh siapapun. Melalui Swasembada Pangan juga ia optimis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya petani.

"Kita ingin harga kebutuhan pokok murah. Kita ingin anak-anak petani bisa berpendidikan tinggi. Hari ini kita buktikan kita bisa Swasembada Pangan. Tidak hanya beras, jagung, singkong semua kita Swasembada," tegasnya. 

"Ini sungguh kehormatan bagi saya. Ini kesempatan untuk berbakti dan memberi yang terbaik bagi bangsa. Indonesia Cerah, Indonesia Makmur. Dan kemakmuran harus benar-benar di tangan rakyat Indonesia," pungkasnya. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Evan Yulian
EditorEvan Yulian
Follow Us

Latest in News

See More

Tak Ada Kewajiban Indonesia Bayar Board of Peace!

27 Jan 2026, 18:02 WIBNews