- Dedi Mulyadi: 35 persen
- Prabowo Subianto: 14,5 persen
- Anies Baswedan: 8,2 persen
- Gibran Rakabuming Raka: 7,7 persen
- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): 4,9 persen
- Ganjar Pranowo: 4,2 persen
- Mahfud MD: 4 persen
- Puan Maharani: 1,3 persen
- Sherly Tjoanda: 1,2 persen
- Purbaya Yudhi Sadewa: 1,1 persen
- Surya Paloh: 1 persen
- Nama lainnya masing-masing di bawah 1 persen
- Belum menentukan pilihan/tidak menjawab: 12,8 persen
Simulasi Pilpres SMRC: Dedi Mulyadi Unggul dari Prabowo

- Survei SMRC 5–19 Juli 2026 mencatat Dedi Mulyadi memimpin simulasi 20 nama dengan 35 persen, diikuti Prabowo Subianto 14,5 persen, Anies Baswedan 8,2 persen, dan Gibran 7,7 persen.
- Dalam sembilan bulan, elektabilitas Dedi naik dari 19,7 persen menjadi 35 persen, sementara Prabowo turun dari 34,9 persen menjadi 14,5 persen; Gibran meningkat bertahap menjadi 7,7 persen.
- Pada simulasi dua nama, Dedi meraih 59 persen dan Prabowo 28,3 persen. Dibanding Februari–Maret 2026, Dedi naik dari 42,6 persen, sedangkan Prabowo turun dari 50,5 persen.
Jakarta, IDN Times - Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin elektabilitas tertinggi calon presiden apabila pemilihan umum digelar saat ini. Berdasarkan hasil survei, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan 35 persen, unggul atas Presiden Prabowo Subianto yang berada di posisi kedua dengan elektabilitas 14,5 persen.
Survei nasional bertajuk “Elektabilitas Calon-Calon Presiden” itu dilakukan pada 5–19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang mewakili warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Sebanyak 605 responden diwawancarai melalui telepon menggunakan metode double sampling dan 144 responden yang diwawancarai secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel dipilih secara acak dengan margin of error ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berikut temuan survei SMRC terkait elektabilitas calon presiden.
Table of Content
1. Dedi Mulyadi ungguli capres lain dalam simulasi 20 nama

Dalam simulasi semi terbuka yang memuat 20 nama calon presiden, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) memperoleh dukungan sebesar 35 persen. Sementara Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan elektabilitas 14,5 persen, disusul Anies Baswedan di posisi ketiga dengan angka 8,2 persen, dan Gibran Rakabuming Raka di posisi keempat dengan 7,7 persen.
Berikut hasil simulasi semi terbuka SMRC:
2. Elektabilitas Dedi naik, Prabowo turun

SMRC juga mencatat perubahan elektabilitas para tokoh dalam sembilan bulan terakhir. Elektabilitas Dedi Mulyadi meningkat dari 19,7 persen pada survei November 2025 menjadi 23,3 persen pada Februari–Maret 2026, lalu kembali naik menjadi 35 persen pada Juli 2026.
Sebaliknya, elektabilitas Prabowo menurun dari 34,9 persen pada survei November 2025 menjadi 33,3 persen pada Februari–Maret 2026, lalu merosot menjadi 14,5 persen pada Juli 2026.
Sementara itu, elektabilitas Anies Baswedan sempat naik pada November 2025 menjadi 10,8 persen pada Februari–Maret 2026, sebelum turun menjadi 8,2 persen pada Juli 2026. Adapun elektabilitas Gibran Rakabuming naik bertahap dari 5,1 persen menjadi 6,8 persen, lalu 7,7 persen pada periode yang sama.
3. Dedi unggul telak dalam simulasi dua nama

Selain simulasi semi terbuka, SMRC juga menguji simulasi dua nama calon presiden, yakni Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto.
Hasilnya, Dedi memperoleh dukungan 59 persen, unggul telak atas Prabowo yang mendapat dukungan 28,3 persen. Sisanya 12,7 persen memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
SMRC juga mencatat perubahan tren dalam simulasi dua nama tersebut. Dalam empat bulan terakhir, elektabilitas Prabowo turun dari 50,5 persen pada survei Februari–Maret 2026 menjadi 28,3 persen pada Juli 2026. Sebaliknya, elektabilitas Dedi meningkat dari 42,6 persen menjadi 59 persen pada periode yang sama.

















