Bangganya Ayah Buruh Bangunan Saksikan Anaknya Lulus Terbaik IPDN

- Aji Bayu Ramadhan, putra buruh bangunan Winoto Hadi, menjadi lulusan terbaik pertama IPDN 2026 dan dilantik Presiden Prabowo Subianto di Jatinangor.
- Aji, lulusan terbaik asal Nusa Tenggara Timur, menyebut pendidikan IPDN selama empat tahun menuntut keseimbangan akademik, pelatihan, pengasuhan, serta konsistensi disiplin.
- Aji menganggap doa dan dukungan orang tua sebagai sumber semangat utama; ayahnya berharap ia dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk memperdalam ilmu.
Jakarta, IDN Times – Tangis haru dan rasa bangga mewarnai Lapangan Parade Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). Ribuan keluarga hadir menyaksikan Presiden Prabowo Subianto melantik Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026.
Di balik prosesi resmi tersebut, tersimpan kisah perjuangan panjang para lulusan terbaik bersama keluarga yang setia mendampingi sejak awal.
Salah satu cerita datang dari Winoto Hadi, ayah Aji Bayu Ramadhan, lulusan terbaik pertama IPDN 2026. Winoto yang berprofesi sebagai buruh bangunan mengaku seluruh perjuangan dan keterbatasan selama membesarkan putranya terbayar, saat melihat Aji berdiri sebagai pamong praja muda terbaik di hadapan Presiden.
“Kami orang tua dari Aji Bayu Ramadhan merasa bangga karena ini mencapai prestasi tertinggi dengan segala macam keterbatasan yang kami punya, bisa mengantar anak kami untuk sampai di titik ini,” ujar Winoto.
1. Anaknya biasa hidup disiplin

Menurut Winoto, kebiasaan hidup disiplin telah diterapkan kepada Aji sejak usia dini. Selain itu, putranya juga aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi, kepramukaan, olahraga, hingga perlombaan sebagai bekal membangun karakter.
“Aji ini kita didik disiplin, disiplin waktu terutama itu dari itu. Ya, Aji ini dari kecil memang suka berorganisasi, suka mengikuti lomba-lomba yang menurut dia memang dia sukanya itu semua itu masuk dari pramuka, olahraga,” ucap dia.
Winoto juga menyimpan harapan besar agar putranya terus mengembangkan kemampuan setelah resmi menjadi pamong praja muda. Ia ingin Aji memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri demi memperluas ilmu pengetahuan.
“Semoga nanti Aji bisa mencapai cita-citanya, karena dia pengin kuliah ke luar negeri untuk memperdalam ilmunya. Semoga nanti akan diberikan kemudahan untuk mencapai apa yang diinginkan,” kata dia.
2. Lulusan terbaik asal NTT

Aji Bayu Ramadhan, lulusan terbaik pertama asal Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku masih diliputi rasa haru saat menanti prosesi pelantikan. Baginya, momen tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang selama menjalani pendidikan di IPDN.
“Saya sangat berasa bersyukur dan juga sangat terhormat pada kesempatan yang sangat berharga ini, kami akhirnya bisa dilantik oleh Bapak Presiden Prabowo secara langsung. Tentunya kami selaku Angkatan 33 Triantama merasa sangat bersyukur, karena pada momen ini, momen yang sangat kami tunggu-tunggu selama 4 tahun kami akan dilantik langsung oleh Pak Prabowo dan ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kami tersendiri,” ujar Aji.
Aji menilai, proses pendidikan di IPDN menuntut kemampuan menjaga keseimbangan antara pembelajaran akademik, pelatihan, dan pengasuhan. Seluruh tahapan tersebut harus dijalani dengan komitmen serta disiplin tinggi agar mampu membentuk karakter seorang pamong praja.
“konsistensi lebih tinggi daripada intensitas. Jadi kita ingin melakukan sesuatu, kita tidak perlu harus menggamblengkan semuanya secara full, secara waktu penuh, tapi kita cukup memaksimalkan poin-poin tertentu, kita fokus ke situ dengan konsistensi tiap harinya, membentuk habit ataupun karakter yang akan membangun diri kita lebih baik lagi,” ucap dia.
3. Keberhasilan berkat doa orang tua

Aji juga mengakui peran kedua orang tuanya menjadi sumber semangat terbesar selama menjalani pendidikan. Setiap menghadapi tantangan maupun penurunan motivasi, keluarganya selalu hadir memberi dorongan untuk terus melangkah.
“Pencapaian yang saya dapat sampai saat ini adalah semua berkat doa orang tua. Pribadi, kami juga sangat bekerja keras dan juga disiplin dalam belajar, menempuh segala macam pola pendidikan yang ada di IPDN, dan juga rasanya orang tua selalu mendukung dan selalu berdoa. Setiap ada saya masalah, setiap ada mungkin demotivasi, orang tua selalu memberikan motivasi yang terbaik, mengarahkan lagi dan juga memperkokoh visi saya ke depan agar lebih baik lagi,” kata Aji.



















