Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menlu Filipina: ASEAN Harus Tetap Jadi Jangkar di Tengah Geopolitik

Menlu Filipina: ASEAN Harus Tetap Jadi Jangkar di Tengah Geopolitik
Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Menlu Filipina Maria Theresa Lazaro menegaskan ASEAN harus menjadi jangkar stabilitas di tengah krisis Myanmar, ketegangan Thailand-Kamboja, dinamika Timur Tengah, dan negosiasi CoC Laut China Selatan.
  • Sebagai Ketua ASEAN 2026, Filipina memprioritaskan ketahanan pangan, energi, dan keselamatan warga, dengan langkah seperti respons krisis Timur Tengah serta deklarasi kerja sama maritim.
  • ASEAN memperluas kemitraan melalui Türkiye, Jerman, Qatar, dan Inggris, sambil menekankan peran media untuk menyampaikan kerja sama regional secara akurat, adil, dan mendalam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Manila, IDN Times - Pemerintah Filipina menegaskan ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Mulai dari krisis di Myanmar, konflik di perbatasan Thailand-Kamboja, perkembangan situasi di Timur Tengah, hingga negosiasi Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan disebut menjadi tantangan yang menguji ketahanan kawasan.

Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro mengatakan kawasan saat ini menghadapi salah satu lingkungan strategis paling menantang dalam beberapa dekade terakhir. Menurutnya, berbagai krisis tersebut bukan lagi isu yang bersifat abstrak, melainkan telah berdampak langsung terhadap masyarakat di Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Lazaro saat membuka ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila, Filipina, Rabu (29/7/2026).

“Krisis di Myanmar, ketegangan di perbatasan Thailand-Kamboja, perkembangan di Timur Tengah, serta upaya berkelanjutan kita untuk menyelesaikan Code of Conduct yang efektif dan substantif di Laut China Selatan, semuanya berlangsung di tengah lanskap geopolitik yang berkembang sangat cepat,” ujar Lazaro.

1. ASEAN hadapi tiga tantangan besar

Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila.
Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Lazaro menyebut kondisi global saat ini ditandai oleh tiga tantangan utama, yakni upheaval (gejolak), uncertainty(ketidakpastian), dan unpredictability (ketidak-terdugaan). Meski demikian, ia menilai justru dalam situasi seperti inilah ASEAN menunjukkan perannya sebagai jangkar stabilitas kawasan.

“Namun justru pada saat-saat seperti inilah ASEAN secara konsisten menunjukkan relevansi dan ketahanannya,” katanya.

Menurut Lazaro, tahun ini juga menjadi momentum penting karena merupakan tahun pertama pelaksanaan Visi Komunitas ASEAN 2045 yang akan menjadi arah pembangunan kawasan dalam dua dekade ke depan.

2. Filipina dorong prioritas ketahanan kawasan

Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila.
Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sebagai Ketua ASEAN 2026, Filipina menetapkan tiga prioritas utama, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan keselamatan warga negara ASEAN. Lazaro mengatakan pembahasan ketiga isu tersebut telah menghasilkan sejumlah langkah konkret, termasuk Pernyataan Para Pemimpin ASEAN mengenai Respons terhadap Krisis di Timur Tengah.

Menurutnya, pernyataan tersebut menjadi landasan bagi respons kolektif ASEAN dalam menghadapi dinamika yang terus berkembang di kawasan maupun dunia.

Selain itu, para pemimpin ASEAN juga mengadopsi Deklarasi ASEAN tentang Kerja Sama Maritim yang menegaskan kembali komitmen negara-negara anggota untuk memperkuat kolaborasi di sektor maritim.

“Deklarasi tersebut juga mencakup usulan pembentukan Pusat Maritim ASEAN di Filipina sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama maritim kawasan,” ujarnya.

3. Perkuat kemitraan dan dukungan publik

Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila.
Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-59 pekan lalu, ASEAN juga mengeluarkan Pernyataan Menteri Luar Negeri ASEAN mengenai situasi yang terus berkembang di Timur Tengah yang menyerukan semua pihak menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk konflik.

Di saat yang sama, ASEAN memperluas kemitraan eksternalnya dengan menerima Türkiye sebagai Mitra Dialog ke-12, memberikan status Mitra Dialog Sektoral kepada Jerman dan Qatar, serta menerima Inggris sebagai peserta ke-28 ASEAN Regional Forum (ARF).

ASEAN juga memperingati 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dengan menerima empat negara pihak baru serta menggelar Konferensi Tingkat Tinggi perdana negara-negara pihak TAC.

Menutup pidatonya, Lazaro menegaskan komunikasi mengenai kerja ASEAN sama pentingnya dengan pelaksanaan kebijakan itu sendiri. Karena itu, ia berharap media terus menjadi mitra ASEAN dalam menyampaikan informasi yang akurat, adil, dan mendalam kepada masyarakat.

“Kami mengandalkan kemitraan Anda untuk memastikan bahwa kerja ASEAN disampaikan secara akurat, adil, dan mendalam, bukan hanya untuk memberikan informasi, tetapi juga memperkuat pemahaman publik mengenai pentingnya kerja sama regional,” kata Lazaro.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More