Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sosiolog: Elite Pertontonkan Kekuasaan, Rakyat Terhina dan Melawan

Kondisi pascademo depan Polda Metro Jaya, Sabtu (30/8/2025). (IDN Times/Fadhliansyah)
Kondisi pascademo depan Polda Metro Jaya, Sabtu (30/8/2025). (IDN Times/Fadhliansyah)
Intinya sih...
  • Aksi demonstrasi dipicu oleh tewasnya Affan Kurniawan yang dilindas mobil rantis Brimob dan mendatangi Mako Brimob serta rumah anggota DPR.
  • Sosiolog Universitas Nasional, Prof. Sigit Rochadi menilai faktor sosiologis dari aksi massa adalah eskalasi kepongahan pejabat negara yang mempertontonkan kekuasaan.
  • Pejabat merayakan kekuasaan sementara masyarakat kelas bawah terus dibebani ekonomi, menyebabkan ketidakpuasan dan kemarahan massa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Aksi demonstrasi di berbagai wilayah, tak terkecuali di Jakarta dipandang memiliki akar faktor sosiologis yang kuat. Kemarahan massa memuncak usai tewasnya Affan Kurniawan yang dilindas mobil rantis Brimob hingga mereka mendatangi Mako Brimob dan rumah sejumlah angggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sosiolog Universitas Nasional (Unas), Prof. Sigit Rochadi menilai faktor sosiologis dari aksi massa tersebut adalah eskalasi dari kepongahan pejabat negara.

"Faktor sosiologis sangat kuat, beberapa hari terakhir ini, beberapa minggu terakhir ini menunjukkan ketimpangan elit dan massa. Perilaku elite, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, mempertontonkan kepongahan," kata dia saat dihubungi IDN Times, Minggu (31/8/2025).

Sigit mengatakan, pejabat mempertontonkan dan merayakan kekuasaan, hingga menyakit hati masyarakat terutama kelas bawah.

"Sementara lapisan masyarakat yang ada di bawah setahap demi setahap terus-menerus dibebani ekonomi, disuguhi, dan dipertontonkan adegan-adegan kekuasaan yang secara sosiologis menyakitkan hati masyarakat lapisan bawah," kata dia.

Hal ini berasal dari eskalasi kebijakan dan narasi yang tak pro rakyat seperti kebijakan pajak, wacana pengambilalihan tanah nganggur, hingga pemblokiran rekening kecil dan kemarin soal tunjangan DPR.

Sedangkan pada saat yang sama, elite politik merayakan kekuasaan. Berjoget-joget dan berteriak-teriak.

"Ini bentuk penghinaan. Rakyat yang susah dan memilih mereka betul-betul tertekan, dilecehkan. Para elit tidak sensitif terhadap penderitaan masyarakat," kata dia.

#salingjagasesamawarga

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us