Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ribuan ASN Dilatih Ikut Komcad Mulai April, Ini Skema Pelatihannya

Ribuan ASN Dilatih Ikut Komcad Mulai April, Ini Skema Pelatihannya
Ilustrasi Komponen Cadangan Tentara Nasional Indonesia (Komcad TNI) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Intinya Sih
  • Program pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi ASN akan dimulai April 2026, melibatkan sekitar 4.000 peserta dari berbagai kementerian dan lembaga di Jakarta pada tahap awal.
  • Pelatihan Komcad bersifat sukarela dengan seleksi ketat mencakup uji pengetahuan, kesamaptaan jasmani, dan sikap; peserta tetap bertugas di instansi asal setelah pelatihan selesai.
  • Kementerian Pertahanan menentukan kuota ASN dari 49 kementerian, sementara pemerintah memastikan program ini tidak mengganggu pelayanan publik meski ada perbedaan pandangan soal sifat wajibnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Rencana untuk mengirimkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari kementerian dan lembaga bukan sekedar wacana. Sebab, program tersebut rencananya dimulai pada April 2026.

Rencana itu kali pertama disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Bogor pada 31 Januari 2026. Ia mengatakan pelatihan komponen cadangan (Komcad) bertujuan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta Tanah Air dalam pengabdian kepada negara.

"Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kami latih dan untuk semester pertama ini kami pusatkan di kementerian di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang," ujar Sjafrie kala itu.

Sementara, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan akan ada dua gelombang program Komcad. Masing-masing program berlangsung selama 1,5 bulan.

Bagaimana skema pelatihan ASN itu lewat Komcad ini?

1. Komcad tidak sama dengan wajib militer

Upacara Penetapan Anggota Komponen Cadangan atau Komcad TNI. (youtube.com/Sekretariat Presiden)
Upacara Penetapan Anggota Komponen Cadangan atau Komcad TNI. (youtube.com/Sekretariat Presiden)

Dikutip dari laman website resmi Kementerian Pertahanan RI, Komponen Cadangan (Komcad) adalah sejumlah sumber daya nasional yang disiapkan untuk menjalankan tugas negara melalui mobilisasi guna memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama pertahanan negara, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Komcad bukan program wajib militer. Komcad merupakan salah satu program sukarela (tidak wajib) yang diamanatkan oleh presiden melalui UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Dalam UU Nomor 23 Tahun 2019 itu dijelaskan, bahwa Komcad terbagi dalam 4 bagian, antara lain:

  • Komcad Sumber Daya Manusia
  • Komcad Sumber Daya Alam
  • Komocad Sumber Daya Buatan
  • Komcad Sarana dan Prasarana

Semua komponen tersebut disiapkan untuk dapat dimanfaatkan ketika negara dalam kondisi darurat seperti ancaman perang atau bencana alam. Program Komcad pertama sudah digelar sejak 2021 lalu. Ketika itu Presiden ke-7, Joko "Jokowi" Widodo mengukuhkan 3.103 orang yang tergabung di dalam Komcad.

2. ASN ikut Komcad bersifat sukarela

ilustrasi ASN
Ilustrasi ASN (Dok. Pemkot Banjarmasin)

Sementara, ASN tidak diwajibkan untuk mengikuti pelatihan Komcad. Di dalam Surat Edaran (SE) Menteri PAN RB nomor 27 tahun 2021 tentang peran serta pegawai ASN sebagai Komcad dalam mendukung upaya pertahanan negara tidak tertulis program tersebut wajib diikuti. Program pelatihan komcad bersifat sukarela.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Brigjen Rico. "Itu sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Perlu digarisbawahi," kata jenderal bintang satu itu ketika dihubungi pada Kamis (26/2/2026).

"Syarat-syaratnya adalah sukarela sehingga tak ada unsur paksaan dan kewajiban," imbuhnya.

3. Kemhan akan tentukan jumlah kuota ASN dari 49 kementerian untuk Komcad

Rico Sirait, Kementerian Pertahanan
Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait di Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Ketika ditanyakan kementerian mana saja yang akan ikut dalam program Komcad, Rico menyebut kuota ASN akan disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia di tiap kementerian. Kemhan, kata Rico, menentukan jumlah kuota ASN dari 49 kementerian yang akan dikirim untuk program pelatihan Komcad.

Ia memberikan contoh bila kementerian A memiliki 1.000 pegawai, maka kuota yang bisa diberikan untuk program Komcad mencapai 50 orang. Sedangkan, kementerian B yang memiliki 500 pegawai hanya mengirimkan 10 ASN untuk ikut Komcad.

Proses pendaftaran pun dilakukan lewat seleksi yang ketat. Tujuannya memastikan peserta yang ikut dalam kondisi sehat dan tak memiliki keterbatasan fisik yang menghambat.

"Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing. Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya akan diproses secara administrasi," ujar Rico.

Rico juga menyebut sejauh ini sudah ada 987 ASN yang mendaftar untuk gelombang pertama di program Komcad. Ratusan ASN yang sudah mendaftar itu berasal dari kementerian yang lokasinya ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Terkait pelatihan Komcad ASN gelombang pertama, hingga saat ini jumlah ASN yang telah terdata dan mendaftar sebanyak 987 orang dari kuota yang disiapkan sebanyak 2.000 peserta," katanya.

4. Skema pelatihan Komcad

Ilustrasi Komcad
Pangdam Diponegoro Semarang Mayjen TNI Achriruddin inspeksi pasukan dari unsur satuan komando cadangan (komcad) saat membuka tahap pelatihan komcad kesepuluh di Makodam Diponegoro. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Apabila memenuhi persyaratan tersebut, maka ASN peserta akan mengikuti seleksi Komcad. Seleksi ini terdiri dari uji pengetahuan hingga sikap sebagai berikut:

  1. Uji Pengetahuan Umum
  2. Uji Kesamaptaan Jasmani
  3. Uni Pengetahuan dan Wawasan
  4. Uji Sikap

Setelah dinyatakan lulus dan resmi menjadi anggota Komcad, peserta akan kembali lagi ke profesinya masing-masing. Hal tersebut berlaku juga bagi ASN yang mengikuti pelatihan, mereka tetap bertugas di instansi asalnya.

Sebagai anggota Komcad, TNI akan sewaktu-waktu kembali memanggil untuk mengikuti pelatihan sebagai bentuk penyegaran untuk memastikan kemampuannya masih terjaga. Apabila terdapat kondisi darurat pada negara, maka anggota Komcad dapat turun apabila mendapat panggilan oleh presiden melalui DPR.

5. Meski ASN ikut Komcad tak akan pengaruhi pelayanan ke publik

Rini Widyanti
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini (dok. Kementerian PANRB)

Sementara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini mengatakan pelatihan pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) tidak akan mengganggu kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik.

"Jadi, memang ada kekhawatiran bagaimana pelayanan publik. Pelayanan publik kan harus tetap jalan," kata Rini di kantornya pada Selasa (24/2/2026).

Meski Kemhan menyebut program ini bersifat sukarela, Rini menyampaikan informasi yang berbeda. Ia menuturkan, pelatihan komcad ini merupakan kewajiban bagi ASN sebagai bentuk untuk bela negara. Tetapi, Rini memastikan bahwa ASN yang mengikuti komcad tidak serta merta langsung berangkat dan meninggalkan kewajibannya.

"Jadi gak ikut Komcad lalu besok langsung berangkat, gak begitu. Tapi, memang disiapkan, ada kuotanya. Ada surat dari Menteri Pertahanan untuk kuotanya," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More