TKN Duga Pelaku Penembak Relawan Prabowo Terafiliasi Lawan Politik

Jakarta, IDN Times - Tim Kampanye Nasional (TKN) menduga pelaku penembakan relawan Prabowo - Gibran di Sampang berasal dari pihak lawan politik.
"Kami juga mendapat masukan adanya perbedaan afiliasi politik antara korban dengan terduga pelaku," kata Wakil Ketua TKN, Habiburokhman dalam konferensi pers di Media Center TKN, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2024).
1. TKN apresiasi aparat kepolisian

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo - Gibran, Habiburokhman di Media Center TKN, Jakarta Selatan (4/1/2024) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Habiburokhman menuturkan, pihaknya mengapresiasi aparat kepolisian yang berhasil mengusut dan menangkap sekelompok pelaku penembakan tersebut.
Dia berharap kasus tersebut bisa diusut tuntas terkait motif hingga aktor intelektualnya.
"Kami mengapresiasi pihak kepolisian yang sudah menangkap, setidaknya sebagian dari kelompok pelaku terhadap penembakan," tuturnya.
"Kami berharap kasus ini segera bisa diusut tuntas, artinya siapa pelakunya di lapangan, siapa yang memerintahkan, siapa yang mengetahui tapi membiarkan, dan siapa yang memberikan sarana kepada para pelaku untuk melarikan diri terhadap masalah ini, agar segera bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum," lanjut Habiburokhman.
2. TKN minta masyarakat tak terprovokasi

Jajaran struktural Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming resmi diumumkan pada Senin (6/11/2023). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Habiburokhman lantas meminta masyarakat, termasuk pendukung Prabowo-Gibran agar tidak terprovokasi.
"Kami minta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi, tidak terpancing dengan adanya informasi ini, meskipun mungkin saja benar ada perbedaan afiliasi politik antara pelaku dan korban tapi kita serahkan kepada kepolisian," kata dia.
3. Pelaku penembakan diringkus, rencanakan aksi dengan matang

Ilustrasi penembakan (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Sebelumnya, pelaku kasus penembakan terhadap warga Kecamaran Banyuates, Sampang, Muarah (50) bertambah dari tiga menjadi lima orang. Polisi juga mengungkap peran dan motif para pelaku.
Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto, membeberkan, para pelaku ini telah merencanakan penembakan jauh-jauh hari.
Enam hari sebelum kejadian, pelaku yang merupakan kepala desa di Sampang berinisial MW memanggil pelaku H, Sabtu (16/12/2023).
"Mereka merencanakan mencari eksekutor penembakan, menyiapkan fasilitas sepeda motor hingga dua senjata api," ujarnya saat rilis kasus di Mapolda Jatim, Kamis (11/1/2024).
Kemudian, MW dan H mendapatkan dua orang yang ditugasi sebagai eksekutor. Keduanya warga Pasuruan, berinisial AR dan HH. AR diberi tugas sebagai penembak korban. Sedangkan, HH ditugasi menjadi joki atau yang mengemudikan sepeda motor.
"Sebelum tindak pidana itu dilancarkan, pelaku S (warga Sampang) ditugasi melakukan pemantauan seluruh aktivitas korban (Muarah)," kata Totok.
HH dan AR pun berangkat untuk mengeksusi tugasnya pada Jumat (22/12/2023). AR membawa dua senjata api, revolver kaliber 38 merek SNW dan pistol kaliber 9 mm merek Colt. Korban yang sedang bersama rekan-rekannya mendadak diserang oleh pelaku.
"AR yang dibonceng melakukan penembakan sebanyak dua kali yang mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian punggung dan perut," kata Totok.
"Saat ini korban masih dirawat di RSUD dr. Soetomo," imbuh dia.
Dari kejadian itu, Polda Jatim turun tangan membantu Polres Sampang untuk memburu para pelaku. Hasilnya ada lima pelaku yang telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Terkait motifnya, Totok menegaskan tidak ada kaitannya dengan politik Pemilu 2024.
"Tidak ada kaitan dengan politik. Murni tersangka MW dendam tahun 2019 dengan korban berkaitan anak buahnya menjadi korban penembakan juga," terang dia.
Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.





















