Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Unik, Kasus COVID-19 di Jatim Hari Ini: Positif 353 dan Sembuh 352

Unik, Kasus COVID-19 di Jatim Hari Ini: Positif 353 dan Sembuh 352
Ilustrasi Swab Test. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto melaporkan, data per Selasa (14/7/2020), terjadi penambahan 1.591 kasus baru. Dengan demikian total kasus COVID-19 di Indonesia menjadi 78.572 kasus.

"Jawa Timur melaporkan 353 kasus baru, namun melaporkan sembuh sebanyak 352 orang," kata dia melalui streaming di saluran YouTube BNPB Indonesia, Selasa.

1. Sebaran kasus COVID-19 di 34 provinsi Indonesia

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Setelah Jawa Timur, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus terbanyak kedua hari ini, dengan 268 kasus positif COVID-19.

Berikut ini data rincian penyebaran virus corona di 461 kabupaten kota di 34 provinsi di Indonesia:

1. Aceh 110 kasus
2. Bali 2.358 kasus
3. Banten 1.609 kasus
4. Bangka Belitung 174 kasus
5. Bengkulu 168 kasus
6. Yogyakarta 387 kasus
7. DKI Jakarta 15.064 kasus
8. Jambi 124 kasus
9. Jawa Barat 5.235 kasus
10. Jawa Tengah 5.653 kasus
11. Jawa Timur 17.230 kasus
12. Kalimantan Barat 355 kasus
13. Kalimantan Timur 722 kasus
14. Kalimantan Tengah 1.254 kasus
15. Kalimantan Selatan 4.379 kasus
16. Kalimantan Utara 215 kasus
17. Kepulauan Riau 337 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 1.594 kasus
19. Sumatera Selatan 2.754 kasus
20. Sumatera Barat 803 kasus
21. Sulawesi Utara 1.697 kasus
22. Sumatera Utara 2.497 kasus
23. Sulawesi Tenggara 521 kasus
24. Sulawesi Selatan 7.294 kasus
25. Sulawesi Tengah 194 kasus
26. Lampung 209 kasus
27. Riau 249 kasus
28. Maluku Utara 1.145 kasus
29. Maluku 900 kasus
30. Papua Barat 292 kasus
31. Papua 2.366 kasus
32. Sulawesi Barat 146 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 121 kasus
34. Gorontalo 365 kasus.

Sementara, dalam proses verifikasi lapangan ada 34 kasus.

2. COVID-19 menular melalui airbone

Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin melakukan sosialisasi penggunaan masker di Kompleks Perumahan Angkatan Laut Dewa Kembar Makassar, Kamis (9/7/2020). Humas Pemkot Makassar
Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin melakukan sosialisasi penggunaan masker di Kompleks Perumahan Angkatan Laut Dewa Kembar Makassar, Kamis (9/7/2020). Humas Pemkot Makassar

Kepala Lembaga Biologi Molekuler EIjkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan penyebaran virus COVID-19 dapat melalui udara, dan hal itu melalui bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet (cairan) kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19) bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, penghisapan lendir, atau terapi nebulizer," kata dia.

Bahkan, menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruanhan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terhembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuh dia.

3. Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 13,2 juta orang

Warga mengunjungi Mal Destiny USA di Syracuse, New York, Amerika Serikat, pada 10 Juli 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Maranie Staab
Warga mengunjungi Mal Destiny USA di Syracuse, New York, Amerika Serikat, pada 10 Juli 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Maranie Staab

Mengutip situs worldometers.info, hingga 14 Juli 2020 pukul 15.44 WIB, secara global terdapat 13.249.575 orang terpapar virus corona. Kasus terbanyak masih berada di Amerika Serikat dengan 3.479.483 kasus.

Dari 13 juta kasus itu, 575.844 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 7.718.307 orang.

4. Pencegahan dan gejala COVID-19

IDN Times / Haikal
IDN Times / Haikal

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh Virus Corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen. Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyebut COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun penderitanya bagus. Sebaliknya, rata-rata angka kematian akibat corona berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa 17 Maret 2020, sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis 19 Maret 2020 mencapai 8,37 persen.

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Israel Gempur Lebanon pada Minggu Paskah, 14 Orang Tewas

06 Apr 2026, 13:26 WIBNews