Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rismon Bantah Tuding JK Danai Isu Ijazah Palsu Jokowi: Olahan AI

Rismon Bantah Tuding JK Danai Isu Ijazah Palsu Jokowi: Olahan AI
Rismon Sianipar di Polda Metro Jaya, Rabu (11/3/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya Sih
  • Rismon Sianipar melalui pengacaranya membantah tudingan terhadap Jusuf Kalla, menegaskan video yang beredar merupakan hasil olahan AI dan bukan pernyataan asli dirinya.
  • Jusuf Kalla menyatakan akan melaporkan Rismon ke Bareskrim Polri karena merasa difitnah terkait isu pendanaan Rp5 miliar untuk kasus ijazah palsu Jokowi.
  • JK menegaskan tidak pernah mengenal atau bertemu Rismon maupun Roy Suryo di rumahnya, serta membantah adanya pertemuan seperti yang disebut dalam tudingan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar, membantah telah menuding Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) mendanai isu ijazah palsu Joko "Jokowi" Widodo.

Hal itu disampaikan Pengacara Rismon, Jahmada Girsang, merespons rencana JK melaporkan kliennya ke Bareskrim Polri. Dia memastikan video tudingan terhadap JK yang beredar merupakan hasil akal imitasi (AI).

"Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama pak JK," kata Girsang saat dihubungi, Senin (6/4/2026).

1. Rismon bakal beberkan bukti bantahan

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Namun, Girsang mempersilakan pihak JK untuk membuat laporan polisi. Dia memastikan, pihaknya bakal membeberkan bukti awal yang membantah adanya tudingan terhadap JK.

"Saya pikir biarkan saja dulu, kan tidak segampang itu membuat laporan, nanti di SPKT diuji dulu bukti-bukti awal apa yang disodorkan," ujar dia.

2. JK bakal melaporkan Rismon ke Bareskrim

56E2D5F6-4F09-4670-B5BC-873C2098F218.jpeg
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sebelumnya, JK menyatakan bakal melaporkan Rismon yang menuduhnya membiayai isu ijazah palsu Jokowi. JK akan melaporkan Rismon melalui pengacara ke Bareskrim Polri, Senin (6/4/2026).

"Di media tersebar berita berdasarkan keterangan dalam kutip, Saudara Rismon Sianipar bahwa saya mendanai Roy Suryo dan kawan-kawannya sebesar Rp5 miliar untuk mempersoalkan soal ijazah Jokowi," ujar JK dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026).

JK menegaskan, pernyataan Rismon tidak benar. Dia juga menegaskan, tidak pernah mengenal Rismon.

"Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar. Saya tidak pernah kenal pun Rismon itu, apa pun, ketemu tidak pernah. Roy karena dia bekas menteri saya kenal. Ya, saya kenal, tapi yang lainnya tidak," kata dia.

JK kemudian meminta Rismon membuktikan pernyataannya. Karena pernyataan Rismon sudah tersebar, JK pun tak ragu mengambil langkah hukum.

"Ya, kalau memang begitu ya di mana dan kapan? Ya, karena ini sudah tersebar. Jadi saya ingin katakan karena itulah, maka besok pengacara, Saudara Haris, itu mewakili saya untuk melaporkan Saudara Rismon ke Bareskrim untuk mencari kebenaran, menetapkan kebenaran bahwa apa yang dikatakan itu adalah tidak benar," ucap dia.

JK menyampaikan tidak pernah terlibat dalam membantu Roy Suryo. Selain itu, kata JK, dia juga tidak pernah bertemu sama sekali dengan Rismon.

3. JK bantah ada pertemuannya dengan Rismon dan Roy Suryo di rumahnya

BBDBE562-ACC1-4EAD-978D-AB9C4831AB33.jpeg
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) (IDN Times/Irfan Fathurohman)

JK menegaskan, tidak pernah ada pertemuan dengan Roy Suryo dan Rismon di kediamannya. JK mengatakan, pada pertemuan 15 Maret 2026 di kediamannya, tidak mengundang Roy Suryo dan Rismon.

"Di samping itu, saya juga ingin sampaikan bahwa pertemuan-pertemuan di sini pada bulan Ramadan yang lalu, itu sama sekali saya tidak undang dan mereka teman-teman itu datang atas kemauan sendiri untuk menyampaikan aspirasi dan saran," ucap dia.

"Dan mereka itu, teman-teman itu sebagian besar orang akademisi, orang universitas, akademisi dan profesional. Tidak ada orang partai dan sebagainya, apa pun. Semua profesional dan akademisi, profesor," lanjutnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in News

See More