Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Visa Petugas Haji Bermasalah, Wamenhaj: Ada Kendala Teknis dari Saudi

Visa Petugas Haji Bermasalah, Wamenhaj: Ada Kendala Teknis dari Saudi
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan ratusan visa petugas haji bermasalah akibat kendala teknis dari pemerintah Arab Saudi dan kini tengah ditangani bersama pihak terkait.
  • Pemerintah menargetkan penyelesaian masalah visa sebelum keberangkatan jemaah haji gelombang pertama, dengan opsi pemisahan jadwal bagi petugas yang sudah memiliki visa.
  • Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf memastikan seluruh visa jemaah haji telah terbit, sementara 325 visa petugas masih diproses karena kendala teknis seperti data dan foto paspor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menanggapi soal fenomena bermasalahnya visa ratusan petugas haji. Ia mengatakan, memang ada kendala teknis dari Pemerintah Arab Saudi.

"Jadi visanya memang ada kendala teknis dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia," kata dia dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).

1. Masalah segera dituntaskan

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, saat hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Kamis (12/2/2026). Dok. Media Center Haji
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, saat hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Kamis (12/2/2026). Dok. Media Center Haji

Dahnil memastikan, permasalahan tersebut sedang ditangani. Kementerian Haji dan Umrah saat ini sedang berkoordinasi langsung dengan pihak Arab Saudi.

"Maka nanti akan segera dituntaskan. Ini sekarang tim kami di kantor urusan haji sedang mengatasi hal teknis tersebut, sedang bicara langsung dengan Kementerian Haji dan Umrah di Saudi Arabia serta otoritas yang berkaitan dengan visa," tuturnya.

2. Diharapkan permasalahan bisa selesai sebelum keberangkatan pertama jemaah haji

Manasik haji yang dilakukan oleh calon jemaah haji di Pontianak. (IDN Times/Teri).
Manasik haji yang dilakukan oleh calon jemaah haji di Pontianak. (IDN Times/Teri).

Dahnil berharap, masalah visa petugas haji ini bisa rampung sebelum jadwal keberangkatan jemaah haji gelombang pertama. Dengan demikian, jemaah yang melaksanakan ibadah haji bisa berjalan lancar.

"Segera (dituntaskan), kami minta supaya sebelum keberangkatan pertama jemaah itu sudah bisa dituntaskan," tuturnya.

Saat ditanya apakah keberangkatan petugas haji akan mengalami penyesuaian, Dahnil menjelaskan opsi pemisahan keberangkatan. Di mana petugas haji yang sudah menerima visa bisa langsung diberangkatkan sesuai jadwal.

"Tentu kita akselerasi pemisahan, tentu yang sudah ada visa bisa langsung berangkat sesuai jadwal," imbuh dia.

3. Menhaj pastikan semua visa jemaah haji sudah selesai

Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf (pakai peci).
Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf (pakai peci). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf memastikan semua visa jemaah haji sudah keluar. Oleh karena itu, dia berharap jemaah haji 2026 bisa menjaga kesehatan dengan baik, agar bisa berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

"Semua jemaah sudah keluar visanya," ujar Irfan di kantor KSP, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Meski demikian, kata Irfan, masih ada 325 visa petugas jemaah haji yang belum keluar. Hal itu karena disebabkan faktor teknis.

"Kita cek, kita investigasi sebagian besar kendala teknis, kendalanya ketika memasukkan datanya tidak jelas, waktu foto paspor kurang sesuai standar, tapi kita kejar agar mereka mendapat visa pada waktunya dan kami sudah tahu tentang kendala beberapa petugas haji kita," kata dia.

Irfan mengatakan, proses persiapan penyelenggaraan haji 2026 hampir 100 persen. Ia menambahkan, terdapat 177 hotel di Makkah dan 100 hotel di Madinah untuk akomodasi jemaah.

Layanan konsumsi di Makkah ada 51 dapur, kemudian di Madinah 23 dapur. Kemenhaj juga menyediakan sejumlah bus untuk melayani jemaah haji Indonesia.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More