Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini Bantah Terlibat Korupsi MBG

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini Bantah Terlibat Korupsi MBG
Ketua DPP Partai Golkar, Yahya Zaini. (Dokumentasi Partai Golkar)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Yahya Zaini, Wakil Ketua Komisi IX DPR, membantah keras tuduhan keterlibatan dalam dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret sejumlah nama pejabat.
  • Nama Yahya muncul dalam daftar 20 orang yang disebut oleh eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, namun ia menegaskan tidak terlibat dalam pengadaan maupun penjualan titik dapur MBG.
  • Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai justice collaborator dan berjanji kooperatif mengungkap pihak lain yang terlibat, dengan menyebut lebih dari 20 nama terkait kasus korupsi MBG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menegaskan tidak terlibat dalam dugaan skandal korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga menjerat mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya.

Sony Sonjaya dikabarkan telah menyerahkan 20 nama, termasuk di antaranya anggota parlemen yang diduga terlibat dalam proyek tersebut. Dalam 20 daftar nama yang beredar di media sosial, nama Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini berada di dalamnya.

"Itu tuduhuan yang tidak benar alias fitnah karena saya tidak terlibat korupsi di BGN," kata Yahya kepada jurnalis, Rabu (10/6/2026).

Yahya mengaku sama sekali tak terlibat dalam pengadaan barang dan jasa di BGN. Anggota Fraksi Golkar ini juga menegaskan tak bersentuhan dengan penjualan titik dapur MBG.

"Saya tidak terlibat dalam pengadaan di BGN dan saya tidak terlibat dalam penjualan titik dapur. Lalu di mana unsur korupsinya?" kata dia.

Sebelumnya, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya resmi mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) dalam kasus korupsi tata kelola program MBG.

Pengacara Sony, Krisna Murti, mengatakan, pengajuan justice collaborator itu dilakukan kliennya bukan untuk menghindari proses hukum yang sedang berjalan. Dia mengatakan, lewat justice collaboratir itu kliennya akan bersikap kooperatif dan mengungkap pihak lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Bukan menghindar dari permasalahan hukum, tapi kami ingin mengungkap dan kooperatif mengungkap siapa saja yang terlibat di dalam program unggulan Presiden ini," ujar dia kepada jurnalis di Kejaksaan Agung, Senin (8/6/2026).

Sony juga disebut telah mengungkap setidaknya 20 nama besar yang terlibat dalam kasus itu. Krisna bahkan menyebut nama-nama yang telah diungkap oleh kliennya itu baru separuhnya.

"Lebih dari 20 nama itu disebutkan, cuman klien kami bilang itu baru sebagian," ucap dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More