Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan segera memangkas durasi visa untuk semua jurnalis asing yang bekerja di wilayahnya, termasuk untuk jurnalis asal China. Semua jurnalis asal Negeri Tirai Bambu mendapatkan pengurangan durasi visa paling banyak.
AS Bakal Pangkas Durasi Visa untuk Jurnalis Asing, Kenapa?

- Pemerintah AS memangkas durasi visa jurnalis asing menjadi 240 hari, dan khusus jurnalis asal China hanya 90 hari, dari sebelumnya bisa mencapai lima tahun.
- Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS menyebut kebijakan ini untuk mencegah penipuan imigrasi serta memperkuat keamanan nasional, berlaku sekitar 60 hari setelah diumumkan.
- Pemerintah China dan Reporters Without Borders mengecam kebijakan tersebut karena dianggap diskriminatif terhadap jurnalis China dan membatasi ruang kerja jurnalis asing di AS.
Berdasarkan keterangan Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS, Kamis (16/7/2026), durasi visa untuk semua jurnalis asing yang bekerja di AS akan dikurangi menjadi hanya 240 hari. Khusus untuk jurnalis asal China, masa berlaku visa akan dipangkas menjadi 90 hari saja. Padahal, sebelumnya, durasi visa untuk jurnalis asing di AS bisa sampai lima tahun.
1. Pemangkasan durasi visa dilakukan untuk mencegah penipuan imigrasi

Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS menambahkan, kebijakan pemangkasan durasi visa ini diterapkan untuk mencegah penipuan imigrasi. Sebab, ada banyak jurnalis, mahasiswa, dan pengunjung asing lainnya yang tetap berada di Negeri Paman Sam di luar batas waktu yang sudah ditentukan. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, mengatakan, kebijakan ini akan mulai berlaku sekitar 60 hari usai diumumkan.
“Sistem durasi status yang sudah ketinggalan zaman telah membahayakan keamanan nasional dan menciptakan lingkungan yang rentan terhadap penipuan imigrasi. Selama beberapa dekade, mahasiswa asing telah diterima di AS tanpa batas waktu. Hal ini memungkinkan ribuan orang menyalahgunakan sistem imigrasi kita dengan terus-menerus mendaftar kursus untuk menghindari keharusan meninggalkan AS,” kata Mullin dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir The Guardian.
2. China mengecam kebijakan pemangkasan durasi visa untuk jurnalis asing

Pengurangan durasi visa untuk jurnalis asing ini menuai respons dari Pemerintah China. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mendesak AS segera membatalkan kebijakan tersebut. Sebab, Jian menilai pengurangan durasi visa untuk jurnalis China yang bekerja di AS terlalu banyak. Ia menilai kebijakan tersebut sarat muatan politik dan bertujuan untuk mendiskriminasi semua jurnalis China.
“China mendesak AS untuk segera mencabut kebijakan diskriminatifnya yang menargetkan jurnalis Tiongkok dan secara efektif melindungi hak dan kepentingan sah mereka di AS. China berhak untuk mengambil tindakan balasan,” kata Jian dalam konferensi pers harian di Beijing dilansir The Hill.
3. Aliansi jurnalis asing mengecam kebijakan pemangkasan durasi visa

Kebijakan ini juga menuai kecaman dari aliansi jurnalis asing bernama Reporters Without Borders. Mereka menilai pemangkasan durasi visa akan membuat masa tinggal para jurnalis asing yang bekerja di AS menjadi terbatas. Oleh karena itu, aliansi tersebut mendesak kabinet Presiden Donald Trump untuk segera membatalkan kebijakan tersebut.
“Kami sangat marah karena pemerintahan (Donald) Trump dengan kejam membatasi durasi visa untuk jurnalis asing dari jangka waktu hingga lima tahun menjadi delapan bulan tetap,” bunyi pernyataan resmi Reporters Without Borders.






















