Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Percaya RI Jadi Lumbung Pangan Dunia: Tak Tahu Zaman Siapa

Prabowo Percaya RI Jadi Lumbung Pangan Dunia: Tak Tahu Zaman Siapa
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Jerman, Frank Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Presiden Prabowo menegaskan Indonesia telah mencapai swasembada beras dan optimistis negara bisa menjadi lumbung pangan dunia, meski belum tahu kapan hal itu terwujud.
  • Prabowo menyebut banyak pihak memprediksi Indonesia akan masuk lima besar ekonomi dunia, namun masyarakat masih cenderung merasa rendah diri terhadap potensi tersebut.
  • Ia menilai arah pemerintahan sudah benar menuju target ekonomi besar, sambil mendorong penyederhanaan regulasi dan percepatan digitalisasi lewat sistem GovTech.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya sudah bisa melakukan swasembada beras. Prabowo meyakini, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.

Namun, Prabowo mengaku tidak mengetahui, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia pada era pemerintahan siapa. Hal itu Prabowo sampaikan dalam pidatonya di Sidang Kabinet Paripurna, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026).

"Saudara-saudara, kita sudah mulai dipandang dan kita akan buktikan. Saya yakin dan percaya kita akan jadi lumbung pangan dunia. Saya percaya itu. Saya tidak tahu di zaman siapa nanti tapi saya percaya itu," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, sejumlah pihak meramalkan Indonesia akan menjadi negara top 5 ekonomi dunia. Meski demikian, kata Prabowo, pemerintah dan rakyat Indonesia merasa rendah diri apabila ada yang meramalkan hal tersebut.

"Semua orang sudah meramalkan kok kita akan jadi negara kelima, keempat, semua. Hanya kita sendiri kadang-kadang bukan rendah hati, mengarah ke rendah diri ya kan," kata dia.

Prabowo menegaskan, pemerintahannya sudah berjalan ke arah yang benar untuk bisa membawa Indonesia menjadi top 5 ekonomi dunia.

"Saudara-saudara, kita yakin bahwa kita berada di arah yang benar, tapi kita juga waspada, ya, kita koreksi diri. Kita tahu bahwa efisiensi kita masih kurang, regulasi kita terlalu banyak, peraturan kita terlalu banyak ya," ucap dia.

Prabowo meminta agar regulasi yang ada di Indonesia untuk disederhanakan. Apalagi, kini, pemerintah memiliki sistem bersama GovTech.

"Saya tegaskan di sini, kita harus sederhanakan, pemerintahan kita akan mulai melaksanakan atau sudah merintis ke arah digitalisasi pemerintahan dengan GovTech dan program-program lainnya," ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More