Armenia Sebut Tidak Ada Ancaman usai Serangan AS ke Iran

- Pemerintah Armenia menegaskan tidak ada ancaman keamanan nasional setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, meski situasi regional tengah memanas.
- Pejabat Armenia menyebut dampak utama yang mungkin terjadi adalah pada sektor ekonomi, sementara hubungan diplomatik dengan Iran tetap terjaga baik.
- Perdana Menteri Armenia menyampaikan belasungkawa atas korban di Iran dan menawarkan bantuan kemanusiaan, sementara ratusan warga mengungsi ke Azerbaijan untuk menghindari konflik.
Jakarta, IDN Times - Menteri Hukum Armenia, Srbuhi Galian mengatakan, tidak ada ancaman di negaranya imbas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Menurutnya, konflik tidak berdampak pada keamanan nasional Armenia.
“Tidak ada ancaman keamanan di negara kami. Saya ingin memahami kenapa kami harus mengalihkan dari agenda domestik dan kenapa harus membuat kekhawatiran,” terangnya, dikutip dari RFE/RL, Selasa (3/3/2026).
Hubungan Armenia dan Iran terus membaik dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara berhubungan baik menyusul ketegangan dengan Azerbaijan.
1. Sebut hanya ada ancaman ekonomi bagi Armenia
Menanggapi serangan AS ke Iran, Wakil Kepala Partai Civil Contract, Vahagn Aleksanian menyatakan bahwa tidak benar soal adanya ancaman keamanan di Armenia. Namun, ia mengaku memang ada konsekuensi ekonomi di negaranya.
Oposisi Armenia menyebut, kekacauan di Iran akan berdampak pada ekonomi Armenia karena menjadi penghubung negaranya. Namun, oposisi dan analis menyebut perang di Iran akan melemahkan posisi Armenia dari ancaman Azerbaijan.
2. Armenia ucapkan belasungkawa kepada Iran
Pada saat yang sama, Perdana Menteri (PM) Armenia, Nikol Pashinyan mengucapkan belasungkawa kepada Iran atas tewasnya Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi beserta warga Iran. Ia mendesak adanya solusi diplomatik untuk mengakhiri konflik.
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Yerevan mendapatkan kabar bahwa Armenia sudah siap untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Iran. Meskipun demikian, Iran mengaku siap mempertahankan negaranya selama yang dibutuhkan.
3. Ratusan orang mengungsi ke Azerbaijan
Dilansir Euronews, sekitar 370-400 orang sudah mengungsi dari Iran ke Azerbaijan untuk menghindari ancaman konflik. Sebanyak 100 warga Azerbaijan sudah melintasi pintu perbatasan Astara untuk kembali ke negaranya.
Menanggapi situasi ini, Azerbaijan mengaku akan membuka pintu perbatasan internasional untuk membuka pemulangan warga dari Iran. Selain itu, terdapat sekitar 500 warga Rusia yang disebut sudah masuk ke Azerbaijan sesuai dalam inisiatif baru pemerintah.


















