Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Andy Burnham Janjikan Perubahan Terbesar dalam 40 tahun Terakhir

Andy Burnham Janjikan Perubahan Terbesar dalam 40 tahun Terakhir
Raja Charles III berfoto dengan Perdana Menteri baru Inggris, Andy Burnham (kiri) (AFP / Aaron Chown)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Andy Burnham resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris dan berjanji menghadirkan perubahan terbesar dalam 40 tahun terakhir untuk memulihkan stabilitas politik serta kepercayaan publik.
  • Burnham menyoroti kesalahan kebijakan sejak 1980-an yang menyebabkan kekuasaan terpusat, ekonomi diprivatisasi, dan banyak wilayah kehilangan basis industrinya hingga kini belum pulih.
  • Ia berkomitmen mengubah cara kerja politik Inggris menjadi lebih kolaboratif dan fokus pada penyelesaian masalah, bukan sekadar saling menyerang antarpartai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri baru Inggris Andy Burnham menyampaikan pidato pertamanya setelah resmi menjabat sebagai kepala pemerintahan. Dalam pidato tersebut, Burnham berjanji menjadikan kepemimpinannya sebagai titik balik bagi Inggris melalui perubahan besar dalam sistem politik dan pemerintahan.

Burnham mengawali pidato dengan mengakui dirinya menjadi pemimpin terbaru dalam deretan panjang perdana menteri Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Burnham, tantangan utama pemerintahannya adalah mengembalikan stabilitas politik sekaligus membangun kembali kepercayaan publik terhadap pemerintahan.

“Inggris perlu menunjukkan kepada dunia bahwa kita dapat kembali memperoleh stabilitas, dan itulah tantangan kita, membuat politik bekerja, membuatnya bekerja dengan lebih baik,” kata Burnham, Senin (20/7/2026).

Ia menegaskan pemerintahannya akan menjadi circuit breaker atau titik pemutus dari pola politik sebelumnya dengan menghadirkan perubahan terbesar dalam empat dekade terakhir. “Membawa perubahan terbesar dalam 40 tahun terakhir,” ujarnya.

Burnham juga menilai Inggris telah mengambil sejumlah kebijakan yang keliru sejak dekade 1980-an. Menurutnya, kekuasaan politik semakin terpusat, sementara kekuatan ekonomi diprivatisasi sehingga banyak wilayah kehilangan basis industrinya dan belum pulih hingga sekarang.

“Kekuasaan politik dipusatkan, kekuatan ekonomi diprivatisasi. Sebagian besar wilayah mengalami deindustrialisasi dan hingga kini belum pulih,” kata Burnham.

Ia mengatakan, banyak masyarakat merasa daerahnya terus mengalami kemunduran dan tidak memiliki kemampuan untuk bangkit kembali.

Karena itu, Burnham berjanji mengubah cara kerja politik Inggris agar lebih kolaboratif dan lebih berfokus pada penyelesaian masalah dibanding sekadar saling menyerang secara politik. “Itulah sebabnya kami akan mengubah politik agar lebih kolaboratif, lebih berfokus pada penyelesaian masalah daripada sekadar mencari kesalahan,” ujar dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More