Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cegah Mengulang Kesalahan di Irak, AS Mau Kerja sama dengan Venezuela

ilustrasi bendera Amerika Serikat
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)
Intinya sih...
  • Trump ingin hindari kesalahan di Irak dengan kerja sama Venezuela.
  • Machado belum pantas jadi pemimpin, Rodriguez bertemu kepala CIA.
  • Machado sebut Rodriguez tidak merepresentasikan rakyat Venezuela.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan mau bekerja sama dengan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, usai penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Langkah ini untuk menghindari kesalahan yang mereka lakukan di Irak

“Apa Anda ingat tempat bernama Irak, di mana semua orang di pemerintahan dipecat, polisi, jenderal dipecat. Kini, mereka berubah menjadi ISIS,” terangnya, dikutip dari The Latin Times, Sabtu (17/1/2026).

Dalam dua pekan terakhir, Trump mau mendukung Rodriguez untuk bernegosiasi dan menyelesaikan masalah di Venezuela. Ia menyebut, pemerintahan baru Venezuela berbeda dengan sebelumnya dan lebih pragmatis. 

1. Machado belum pantas jadi pemimpin di Venezuela saat ini

Maria Corina Machado sedang melakukan wawancara bersama wartawan.
potret pemimpin oposisi Venezuela sekaligus pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado (commons.wikimedia.org/Kevin Payravi)

Trump mengapresiasi pertemuan dengan Pemimpin Oposisi Venezuela, Maria Corina Machado. Presiden AS itu menyebut Machado sebagai sosok yang baik dan terkesan kesediaannya memberikan Penghargaan Nobel Perdamaian. 

“Dia bersedia memberikan Nobel Perdamaian kepada saya. Saya terkesan dengan itu. Namun, Machado masih belum dihormati untuk mengambilalih kekuasaan di negaranya saat ini,” ungkapnya. 

Menurut laporan intelijen AS, mempertahankan Rodriguez sebagai kepala negara untuk sementara adalah cara efektif untuk menghindari kekacauan di Venezuela. Machado dan Edmundo Gonzalez belum mendapat kepercayaan dari aparat keamanan. 

2. Rodriguez bertemu dengan kepala CIA

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez
Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez (Presidencia El Salvador, CC0, via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Kepala CIA, John Ratcliffe mengadakan kunjungan perdana ke Caracas untuk bertemu dengan Rodriguez. Lawatan ini menjadi bukti bahwa hubungan AS dan Venezuela sudah membaik. 

Dilansir EFE, diskusi antara Ratcliffe dan Rodriguez ini membahas mengenai kerja sama intelijen dan stabilitas ekonomi. Selain itu, memastikan Venezuela tidak jadi tempat aman untuk segala ancaman ke AS, terutama jaringan penyelundupan narkoba. 

Sementara, CIA juga menilai bahwa Rodriguez adalah sosok negosiator dibanding penganut ideologi. Alhasil, ia dipandang sebagai sosok yang mau berkompromi dalam diskusi.

3. Machado sebut Rodriguez tidak merepresentasikan rakyat Venezuela

Bendera Venezuela
Bendera Venezuela. (unsplash.com/aboodi_vm)

Machado mengungkapkan bahwa Rodriguez tidak menyetujui, tapi hanya mengikuti perintah dari Trump. Namun, presiden sementara Venezuela itu tidak merepresentasikan rakyat Venezuela. 

“Delcy hanya mengikuti perintah, tapi dia tidak memiliki persetujuan. Dalam dialog terakhir dengan pemerintahan sayap kiri Venezuela, ia cenderung memilikikan dirinya sendiri,” terangnya. 

Pemenang Nobel Perdamaian itu menyebut bahwa operasi AS di Venezuela menunjukkan harus ada ancaman nyata untuk dapat mengubah rezim di Venezuela. Ia mengatakan, Rodriguez hanya takut akan ancaman Trump. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Tentara Israel Alami Lonjakan Kasus Bunuh Diri dan PTSD akibat Perang

17 Jan 2026, 22:05 WIBNews