Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

China Pamer Rekaman Peluncuran DF-17, Rudal Hipersonik Sulit Dicegat

China Pamer Rekaman Peluncuran DF-17, Rudal Hipersonik Sulit Dicegat
Rudal hipersonik Dongfeng-17 (DF-17) buatan China. (颐园居, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • CCTV China merilis rekaman pertama peluncuran rudal hipersonik DF-17 dalam latihan realistis di Gurun Gobi, menampilkan kemampuan kecepatan tinggi dan sulit dicegat oleh sistem pertahanan konvensional.
  • Latihan gabungan Pasukan Roket PLA menunjukkan peningkatan otomatisasi, mobilitas, serta akurasi DF-17 di tengah gangguan elektromagnetik, mencerminkan kesiapan tempur modern dengan rantai komando yang lebih efisien.
  • Rekaman juga menampilkan rudal jarak menengah DF-26 dan varian barunya dengan fitur tambahan untuk manuver terminal, memperlihatkan evolusi keluarga rudal Dongfeng menuju sistem serangan multi-domain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN TimesCCTV selaku penyiar negara China merilis rekaman publik perdana pada Sabtu (20/6/2026)  yang memperlihatkan sistem rudal hipersonik Dongfeng-17 (DF-17) digunakan dalam latihan realistis. South China Morning Post (SCMP) melaporkan bahwa DF-17 merupakan kendaraan luncur hipersonik dengan kecepatan minimal Mach 5 atau lima kali kecepatan suara, sehingga sangat sulit dicegat sistem pertahanan rudal konvensional yang ada saat ini.

Dalam tayangan tersebut, peluncur bergerak yang berada di pinggir jalan melepaskan rudal secara vertikal di bawah komando Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Latihan gabungan itu berlangsung di fasilitas Pasukan Roket PLA di Gurun Gobi. DF-17 memiliki jangkauan sekitar 1.800 hingga 2.500 kilometer dan mampu menjangkau wilayah rantai pulau pertama hingga sebagian rantai pulau kedua yang memiliki arti strategis bagi keamanan kawasan antara pesisir China dan Samudra Pasifik.

1. Latihan gabungan menguji sistem otomatis

ilustrasi peluncuran rudal
ilustrasi peluncuran rudal (pexels.com/SpaceX)

DF-17 sebenarnya telah diperkenalkan kepada publik saat parade militer di Beijing pada Oktober 2019. Namun, rekaman peluncuran aslinya baru dipublikasikan menjelang peringatan 60 tahun berdirinya pendahulu Pasukan Roket PLA pada 1 Juli 2026.

Menurut laporan Global Times, latihan tersebut melibatkan unsur Angkatan Darat dan Angkatan Udara dalam beberapa gelombang serangan simulasi. Skenario yang digunakan dibuat rumit dengan gangguan elektromagnetik kuat serta ancaman serangan presisi dari pihak lawan.

Melalui pengujian tersebut, sistem rudal terbaru China menunjukkan peningkatan otomatisasi, mobilitas tinggi, akurasi yang lebih baik, serta kemampuan beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca tanpa bergantung pada fasilitas tetap. Selain itu, rantai komando yang lebih singkat memungkinkan perubahan mode operasi berlangsung lebih cepat dan pola penembakan menjadi lebih fleksibel.

2. Du Wenlong menjelaskan pergeseran operasi lapangan

parade militer
ilustrasi parade militer (pexels.com/Nguyen Ngoc Tien)

Mantan kolonel senior PLA yang kini menjadi peneliti senior di Akademi Ilmu Militer PLA, Du Wenlong, menilai tayangan tersebut mencerminkan tingginya kesiapan tempur pasukan. Ia menyebut operasi lapangan penuh kini telah menjadi pola tempur dasar karena kendaraan peluncur mampu bergerak melewati medan yang kompleks, bukan hanya beroperasi dari lokasi tetap yang telah dipilih sebelumnya.

Wenlong juga menjelaskan bahwa peluncuran dilakukan dalam kondisi yang dipenuhi berbagai gangguan. Ia menilai keberhasilan menjalankan misi dan meluncurkan rudal sesuai jadwal di tengah situasi tersebut menjadi ukuran penting bagi pembangunan kekuatan tempur modern.

Kehadiran beberapa jenis rudal dalam satu latihan turut menunjukkan bahwa PLA telah memiliki beragam sistem persenjataan untuk menghadapi target dan skenario operasi yang berbeda.

3. Rekaman latihan menampilkan DF-26 dan varian baru

Rudal jarak menengah Dongfeng-26
Rudal jarak menengah Dongfeng-26 (DF-26) buatan China. (IceUnshattered, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Selain DF-17, rekaman itu juga memperlihatkan sejumlah kendaraan taktis yang bergerak bersamaan, termasuk rudal jarak menengah Dongfeng-26 (DF-26). Rudal dengan jangkauan hingga 5.740 kilometer tersebut dikenal dengan julukan “pembunuh Guam”, meski proses peluncurannya tak ditampilkan dalam tayangan.

Menurut analisis Wenlong, gambar-gambar sebelumnya memperlihatkan DF-26 menggunakan metode cold launch, yakni mesin utama baru menyala setelah rudal terlontar ke udara. Sistem tersebut digunakan untuk melindungi kendaraan peluncur, memperpanjang usia pakai peralatan, dan memungkinkan pengangkutan muatan yang lebih berat.

Rekaman itu juga menampilkan rudal yang menyerupai DF-26 dengan tambahan sirip kecil di dekat hulu ledak. Wenlong menduga komponen tersebut merupakan bagian dari varian upgrade terbaru yang membantu perlambatan, koreksi arah, dan manuver terminal untuk menembus pertahanan target yang bergerak atau lebih kompleks. Sementara itu, DF-17 tetap menggunakan desain aerodinamika waverider.

Mantan instruktur senior PLA, Song Zhongping, menjelaskan bahwa sistem persenjataan tersebut tampaknya telah beroperasi penuh selama beberapa waktu.

“Segmen tersebut menunjukkan kemampuan yang lebih baik untuk meluncurkan di mana saja kapan saja, tanpa bergantung pada situs tetap, yang merupakan faktor kunci dalam meningkatkan deterrence,” katanya, dikutip SCMP.

Song menilai kemampuan tersebut menjadi salah satu bagian dari perkembangan keluarga rudal Dongfeng yang selama enam dekade telah berkembang menjadi sistem serangan komprehensif dengan opsi nuklir maupun konvensional yang rutin dipakai dalam latihan multi-domain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More