Klaim Kerja Menteri Baik, Demokrat Tak Khawatir Soal Isu Reshuffle

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat (PD), Herman Khaeron merespons dengan santai isu Presiden Prabowo Subianto yang akan melakukan reshuffle kabinet. Kocok ulang kabinet itu dipicu pergeseran Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Herman mengatakan tidak khawatir karena menurutnya menteri-menteri dari Partai Demokrat bekerja dengan baik. "Kami tidak khawatir karena menteri-menteri dari Partai Demokrat selama ini bekerja dengan sangat baik sesuai target Presiden Prabowo," ujar Herman di Surabaya pada Sabtu (31/1/2026).
Lagipula, kata pria yang juga menjabat anggota Komisi VI DPR itu, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Demokrat, kata Herman, bakal mendukung penuh apapun keputusan Prabowo.
"Jadi, yang punya hak untuk menilai, mengganti, dan kemudian me-reshuffle bahkan menambah kementerian itu hak dari presiden. Kami mendukung saja apa pun keputusan presiden," tutur dia.
1. SBY ingatkan para menteri dari Demokrat untuk bekerja keras

Lebih lanjut, Herman menegaskan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu mengingatkan ke seluruh menteri yang saat ini duduk di Kabinet Merah Putih untuk terus bekerja dengan keras dan sungguh-sungguh sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sejauh ini, Demokrat memiliki lima menteri yang duduk di kabinet bentukan Prabowo. Kelimanya yakni Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dijabat Agus Harimurti Yudhoyono; Menteri Transmigrasi diisi oleh Iftitah Suryanegara; Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif dijabat oleh Teuku Riefky Harsya, Menteri Pekerjaan Umum diisi oleh Dody Hanggodo dan Wamen ATR yang diisi oleh Ossy Dermawan.
"Ketua Majelis Tinggi kami Pak SBY, selalu mengingatkan para menteri dan wamen untuk bekerja dengan baik, urusan reshuffle itu urusan presiden," kata Herman.
2. Menko PMK Pratikno bantah sudah ajukan pengunduran diri

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK) Pratikno membantah rumor yang menyebut dirinya mundur dari Kabinet Merah Putih. Santer beredar isu posisinya di kabinet akan digantikan oleh Sugiono yang kini duduk sebagai Menteri Luar Negeri.
"Enggak, enggak," ujar Pratikno singkat, di Istora, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Saat ditegaskan lebih jauh soal apakah Pratikno sudah menyerahkan surat pengunduran diri ke Presiden RI Prabowo Subianto, ia kembali membantahnya.
"Enggak," imbuhnya.
3. Mensesneg bantah Prabowo lakukan reshuffle dalam waktu dekat

Sementara, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan belum ada rencana perombakan (reshuffle) kabinet dalam waktu dekat. Ia menyebut, pembicaraan mengenai reshuffle bahkan belum dibicarakan di internal.
"Belum, belum (dibicarakan di internal)," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Prasetyo menjelaskan, satu-satunya yang berubah sejauh ini hanya jabatan Thomas Djiwandono yang sudah diputuskan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah menjalani fit and proper test di DPR RI. Thomas sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).
"(Reshuffle) Enggak ada. Kalau maknanya reshuffle adalah karena ada proses beralihnya jabatan Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang kemarin telah melalui proses fit and proper test di DPR, itu benar," tutur dia.
"Artinya, ada jabatan Wamenkeu yang ditinggalkan oleh Beliau karena penugasan ke tempat yang lain," imbuhnya.


















