Aksi Heroik Taruna Akpol Selamatkan Bocah Hanyut di Sungai Tamiang

- Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) berhasil menyelamatkan Haikal, bocah 15 tahun, yang terhanyut di Sungai Tamiang, Aceh, Jumat, 1 Februari 2026.
- Haikal dievakuasi Taruna Akpol secara cepat menggunakan mobil menuju Posko Medis Biddokes Polda Aceh.
- Empat Taruna Akpol membantu menenangkan orang tua Haikal, dengan melakukan komunikasi secara lanjut hingga di IGD Rumah Sakit Umum Tamiang.
Jakarta, IDN Times - Peserta Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) berhasil menyelamatkan Haikal, bocah 15 tahun, yang terhanyut di Sungai Tamiang, Aceh, pada Jumat, 1 Februari 2026.
Ada tujuh peserta Taruna Akpol yang terlibat, yakni Brigadir Kepala Taruna Muhammad Fahir, Brigadir Kepala Taruna Jason Moreno Nanggal Hutagalung, Brigadir Kepala Taruna Davindra Nur Oktafansyah.
Kemudian, Brigadir Kepala Taruna Tribrata Putra Sambo, Brigadir Kepala Taruna Muhammad Raihan Aprilianto, Brigadir Kepala Taruna Dino Surya Wijaya, dan Brigadir Kepala Taruna Boni Arga Sihombing.
Danyon Taruna TK 3 Akademi Kepolisian (Akpol), AKBP Evon Fitrianto, menjelaskan Taruna Akpol awalnya hendak melaksanakan aksi kemanusiaan dengan layanan trauma healing dan bakti sosial di Masjid Al-Ikhsan, Kuala Simpang.
Begitu sampai di lokasi, Taruna Akpol mendengar suara teriakan meminta tolong. Ternyata itu adalah Haikal yang hanyut sejauh 20 meter di Sungai Kuala Simpang.
“Dengan sigap, Taruna Akademi Kepolisian mengevakuasi korban ke daratan untuk memberi pertolongan pertama, hingga si korban berhasil memuntahkan air cokelat Sungai Tamiang yang tertelan. Korban katanya kepleset lagi main,” kata Evon dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/2/2026).
1. Haikal dijaga agar tetap sadar

Selanjutnya, Haikal dievakuasi Taruna Akpol secara cepat menggunakan mobil menuju Posko Medis Biddokes Polda Aceh. Saat di perjalanan, Haikal kembali muntah-muntah dua kali di mobil.
“Beberapa kali Haikal hampir tidak sadarkan diri kembali, namun Taruna Akademi Kepolisian berusaha untuk menjaga saudara Haikal tetap sadar,” ujarnya.
2. Haikal mendapat pertolongan pertama

Evon menjelaskan, dalam mobil terdapat kedua orang tua Haikal sambil diajak berkomunikasi oleh Taruna Akpol, yang mengangkat dan mendampingi Haikal. Saat tiba di Posko Biddokes Polda Aceh, Haikal langsung diberi penanganan pertama.
Taruna Akpol cepat mengganti baju dan sarung Haikal yang basah dan kotor, agar tidak kedinginan. Selain itu, Taruna Akpol membantu membersihkan lumpur-lumpur di badan dan kaki Haikal, serta memberi minuman agar sadarkan diri.
“Kami bantu melepaskan bajunya yang basah diganti dengan selimut hangat mencegah hipotermia hingga menunggu ambulans datang, untuk dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tamiang, guna diberikan penanganan lebih lanjut,” ujar dia.
3. Haikal akhirnya berhasil selamat

Saat ambulans datang, tiga Taruna Akpol tetap mendampingi Haikal. Sedangkan, empat lainnya membantu menenangkan keluarga korban, dengan melakukan komunikasi secara lanjut hingga di IGD Rumah Sakit Umum Tamiang.
“Sesampainya di sana, Haikal langsung ditangani dengan tenaga medis RS Umum Tamiang. Saat Haikal sudah mulai siuman dan sudah berinteraksi, Taruna Akpol berpamitan dengan keluarga korban untuk kembali ke tempat tinggal Yonif 111/Karma Bhakti,” ujarnya.


















