Hungaria Tak Bakal Gunakan Veto Lagi untuk Lawan Uni Eropa

- Pemerintahan baru Hungaria di bawah Partai Tisza menegaskan tak akan lagi memakai veto untuk menekan Uni Eropa dan berkomitmen menjadi mitra yang lebih kooperatif.
- Peter Magyar resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Hungaria, berjanji membuka lembaran baru dengan reformasi sistem pemerintahan serta menekankan pentingnya rekonsiliasi dan keadilan.
- Ukraina menawarkan paket negosiasi komprehensif guna memulihkan hubungan bilateral dengan Hungaria, sekaligus memperkuat upaya percepatan aksesi Ukraina ke Uni Eropa.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah baru Hungaria mengatakan tidak akan lagi menerapkan kebijakan luar negeri selama 16 tahun terakhir. Hungaria tidak akan menggunakan veto untuk memeras Uni Eropa (UE).
“Di bawah pemerintahan Partai Tisza, Hungaria tidak akan lagi mengisolasi diri atau menjadi pengganggu di dalam UE. Hungaria akan menjadi mitra yang dapat diandalkan,” terang Menteri Luar Negeri Hungaria, Anita Orban, dikutip dari United24, Selasa (12/5/2026).
Selama ini, Hungaria diketahui telah menjadi sekutu terdekat Rusia di bawah pemerintahan mantan Perdana Menteri Viktor Orban. Ia sudah memanfaatkan hak veto untuk menolak kebijakan UE.
1. Berniat kembalikan dana UE dan dukung minoritas di Ukraina
Orban mengungkapkan bahwa pemerintahan baru Hungaria akan berfokus untuk mengembalikan dana dari UE yang ditangguhkan. Penangguhan tersebut dipandang sebagai ketidakpercayaan Eropa imbas korupsi di pemerintahan sebelumnya.
Mengenai perang Rusia-Ukraina, Hungaria akan tidak akan mengirimkan tentara dalam perang. Budapest juga akan mendukung aksesi Ukraina dalam UE, tapi harus didasarkan pada meritokrasi dan akan terus memperjuangkan minoritas Hungaria di Ukraina.
2. Peter Magyar resmi dilantik sebagai PM Hungaria
Pada Sabtu, Ketua Partai Tisza, Peter Magyar resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Hungaria yang baru. Ia resmi ditunjuk setelah meraih 140 suara dukungan, 54 penolakan, dan 1 absen.
Dalam pidato pertamanya, Magyar mengatakan akan mengawali lembaran baru dalam sejarah Hungaria. Ia berjanji tidak hanya mengubah pemerintahan, tapi juga sistem di Hungaria.
“Saya tidak akan berkuasa di Hungaria, saya akan mengabdi untuk negara saya. Namun, tidak ada awal tanpa rekonsiliasi dan tidak ada rekonsiliasi tanpa keadilan,” katanya, dilansir Euronews.
3. Ukraina tawarkan paket pemulihan hubungan dengan Hungaria
Ukraina menawarkan paket komprehensif untuk bernegosiasi dengan Hungaria. Langkah ini untuk memulihkan hubungan bilateral Ukraina dan Hungaria di bawah kepemimpinan baru.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha meyakini bahwa paket negosiasi ini akan mampu memulihkan hubungan kedua negara yang merenggang. Ia pun mengatakan, Ukraina masih mengharapkan percepatan aksesi keanggotaan UE.



















