Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia 16-19 Februari

- Daftar wilayah berpotensi gelombang sedangKondisi angin memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di banyak titik perairan Indonesia.
- Ancaman gelombang hingga 4 meterBMKG mendeteksi potensi gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4,0 meter di beberapa wilayah perairan Indonesia.
- Imbauan keselamatan bagi nelayan dan kapalBMKG meminta masyarakat dan operator kapal untuk memperhatikan batas aman serta memberikan imbauan khusus untuk setiap jenis kapal yang beroperasi di laut.
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis peringatan dini terkait kondisi cuaca maritim di Indonesia. Gelombang tinggi diprediksi menerjang sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 16–19 Februari 2026.
Gelombang tinggi ini dipicu pola angin yang bergerak cukup kencang. Di wilayah Indonesia bagian utara, angin umumnya bergerak dari Barat Laut ke Timur Laut, sedangkan di bagian selatan bergerak dari Barat ke Barat Laut. Kecepatan angin berkisar antara 5 hingga 25 knot, dengan intensitas tertinggi terpantau di perairan barat Bengkulu hingga Lampung serta Laut Arafuru.
1. Daftar wilayah berpotensi gelombang sedang

Kondisi angin tersebut memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di banyak titik. Wilayah yang berpeluang terdampak meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, serta perairan selatan Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, hingga Flores.
Selain itu, gelombang kategori sedang ini juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan NTB dan NTT, perairan utara Kepulauan Natuna dan Anambas, Laut Natuna Utara, serta Laut Maluku. Wilayah timur seperti Samudra Pasifik utara Papua Barat dan Papua, hingga Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur juga perlu meningkatkan kewaspadaan.
2. Ancaman gelombang hingga 4 meter

Tak hanya gelombang sedang, BMKG juga mendeteksi potensi gelombang yang lebih tinggi, yakni berkisar 2,5 hingga 4,0 meter. Kondisi laut yang lebih ekstrem ini berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Bengkulu, hingga perairan barat dan Samudra Hindia barat Lampung.
Wilayah selatan Pulau Jawa juga menjadi perhatian utama. Gelombang tinggi diprediksi menyapu Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Potensi serupa juga mengancam Samudra Hindia selatan NTB, NTT, serta Samudra Pasifik utara Maluku.
3. Nelayan dan pelayaran diimbau waspada keselamatan

Risiko tinggi mengintai keselamatan pelayaran akibat kondisi ini. BMKG meminta masyarakat dan operator kapal untuk memperhatikan batas aman. Perahu nelayan diimbau waspada jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko jika angin lebih dari 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter.
Bagi kapal feri, waspadai kecepatan angin di atas 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter. Sementara untuk kapal ukuran besar seperti kargo atau pesiar, risiko meningkat saat angin berembus lebih dari 27 knot dan gelombang melebihi 4,0 meter. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir sekitar area tersebut diminta untuk selalu waspada.


















