Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hungaria Punya Presiden Baru, Rusia Harap Bisa Kembangkan Relasi

Hungaria Punya Presiden Baru, Rusia Harap Bisa Kembangkan Relasi
Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)
Intinya Sih
  • Rusia menyatakan siap melanjutkan hubungan pragmatis dengan Hungaria di bawah kepemimpinan Peter Magyar, meski tetap berhati-hati karena posisi Hungaria sebagai negara tidak bersahabat akibat sanksi UE.
  • Peter Magyar, pemimpin Partai Tisza yang menang pemilu parlemen Hungaria dengan 53 persen suara, membuka peluang negosiasi dengan Vladimir Putin tanpa menjalin pertemanan politik.
  • Magyar menegaskan komitmennya mempererat hubungan Hungaria dengan Uni Eropa dan Ukraina serta berencana melakukan kunjungan diplomatik pertama ke Polandia pada Mei mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia akan melanjutkan hubungan pragmatis dengan Hungaria di bawah kepemimpinan baru. Usai kekalahan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban dalam pemilihan umum (pemilu) parlemen Hungaria. 

“Hungaria sudah menentukan pilihan dan kami menghormati pilihan dari warga. Kami akan melanjutkan hubungan pragmatis dengan pemimpin baru Hungaria. Kami melihat Peter Magyar ingin melanjutkan dialog. Kami melihat ini menguntungkan bagi Moskow dan Budapest,” ungkapnya, dikutip dari TVP World, Selasa (14/4/2026).

Selama ini, Hungaria di bawah pemerintahan Orban memiliki kedekatan dengan Rusia. Hungaria juga terus menolak bantuan Uni Eropa (UE) kepada Ukraina. 

1. Rusia tolak beri selamat kepada Magyar

Peskov menambahkan, Rusia tidak akan memberikan selamat kepada Magyar. Menurutnya, Hungaria secara formal sudah masuk dalam negara tidak bersahabat dengan Rusia karena menyetujui sanksi ke Rusia. 

“Sekali lagi, kami tertarik membangun hubungan baik dengan Hungaria dan negara-negara Eropa lainnya. Sayangnya, kami tidak dapat berbicara soal mengucapkan selamat ke negara-negara Eropa, tapi Rusia tetap membuka ruang untuk dialog,” terangnya, dikutip dari The Moscow Times.

Sementara, Perwakilan Rusia di Amerika Serikat (AS), Kirill Dmitriev mengatakan bahwa akhir dari Orban akan mempercepat kolapsnya UE. Menurutnya, masalah ekonomi UE akan memburuk imbas maraknya sentimen kepada Rusia di seluruh blok. 

2. Magyar mau bernegosiasi dengan Putin

Pemimpin Partai Tisza, Peter Magyar mengungkapkan mau berdiskusi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Namun, ia menyatakan tidak akan berteman dengan pemimpin Rusia. 

“Sebenarnya, jika situasi terus menegang, salah satunya harus duduk dengan presiden Rusia. Jika dibutuhkan, kami akan bernegosiasi, tapi kami tidak akan menjadi teman mereka,” katanya. 

Partai Tisza berhasil memenangkan pemilu parlemen Hungaria usai unggul 53 persen. Sedangkan partai petahana, Fidesz hanya memperoleh 39 persen suara. 

3. Magyar mau bawa Hungaria berhubungan baik dengan UE dan Ukraina

Pada saat yang sama, Magyar mengatakan, Hungaria akan membangun hubungan baik dengan Ukraina dan menjadi rekan konstruktif di UE. Ia menyatakan akan mengubah tatanan pemerintahan selama dikuasai oleh Orban. 

Magyar menyebut, Hungaria menginginkan aliansi atau persahabatan dengan seluruh negara tetangga. Ia menyatakan, kunjungan pertamanya akan dilakukan di Polandia pada Mei mendatang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More