Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hungaria Siaga usai Serangan AS-Israel ke Iran

Hungaria Siaga usai Serangan AS-Israel ke Iran
Bendera Hungaria. (pexels.com/sara)
Intinya Sih
  • PM Hungaria Viktor Orban meningkatkan siaga teror setelah serangan AS-Israel ke Iran, menilai risiko aksi teroris meningkat di Eropa terutama negara dengan populasi imigran besar.
  • Orban memperingatkan potensi lonjakan harga energi global akibat konflik Timur Tengah dan menegaskan Hungaria harus menjaga kemandirian energi tanpa tekanan eksternal.
  • Oposisi Hungaria menilai rakyat dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan pemerintahan Orban yang dianggap diktator atau beralih ke arah integrasi lebih kuat dengan Uni Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban meningkatkan siaga ancaman teror menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Menurutnya, ancaman teroris datang dari banyaknya kelompok imigran di Eropa. 

“Kami harus melihat adanya sebuah risiko kenaikan aksi teroris di Eropa, terutama di negara-negara dengan populasi imigran besar. Hungaria sejauh ini masih berada di posisi yang lebih baik, tapi kami tetap harus waspada tingkat satu,” terangnya, dikutip dari Euronews, Selasa (3/3/2026).

Orban selama ini dikenal sebagai pemimpin sayap kanan anti-migran. Ia juga mendorong peningkatan angka kelahiran di Hungaria untuk mengatasi penurunan penduduk tanpa mengandalkan imigran. 

1. Orban peringatkan risiko kenaikan harga energi global

Orban menyampaikan bahwa adanya ancaman kenaikan harga energi global imbas perang di Timur Tengah. Ia menyerukan bahwa Hungaria tidak boleh diatur atau bergantung pada tekanan eksternal. 

Dilansir The Budapest Times, PM Hungaria itu menyebut jajarannya akan menilai seberapa besar ancaman bagi keamanan energi di negaranya. Namun, ia mendesak Ukraina agar tidak memutus akses Hungaria untuk mendapatkan pasokan minyak murah dari Rusia. 

2. Hungaria dan Slovakia tuduh Ukraina sengaja tunda perbaikan pipa Druzhba

Pada saat yang sama, Hungaria dan Slovakia menuding Ukraina sengaja menunda perbaikan pipa Druzhba. Alhasil, Hungaria sudah memblokir dana pinjaman dari Uni Eropa ke Ukraina sebesar 90 miliar euro (Rp1.774 triliun).

Di sisi lain, Ukraina menampik tuduhan sengaja menunda perbaikan pipa Druzhba. Namun, Ukraina mengaku perbaikan pipa minyak tersebut sangat berbahaya untuk dilakukan di tengah rentetan serangan Rusia di negaranya. 

3. Oposisi Hungaria sebut rakyat berada di antara pilihan diktator atau Eropa

Pekan lalu, pemimpin oposisi Hungaria, Peter Magyar mengatakan bahwa rakyat Hungaria saat ini berada di antara dua pilihan. Menurutnya, pilihan tersebut antara Eropa atau mempertahankan diktator. 

“Ini seperti referendum yang menentukan pilihan Eropa atau diktator. Ini mengenai apakah Hungaria akan melanjutkan 16 tahun dari penurunan atau mengubah ke arah Eropa dan pembangunan bersama Polandia, Slovenia, Ceko, dan negara-negara Baltik,” katanya, dilansir dari TVP World

Magyar juga berjanji akan mengupayakan pencairan dana dari UE sebesar 17 miliar euro (Rp335 triliun). Pembekuan dana dari UE ke Hungaria itu disebabkan oleh tidak patuhnya Hungaria di bawah kepemimpinan Orban.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More