Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mendikdasmen: Mudik Jadi Ajang Fixing, Bukan Flexing

Mendikdasmen: Mudik Jadi Ajang Fixing, Bukan Flexing
Mendikdasmen Abdul Muti menggelar program Mudik Asyik Baca Buku di Stasiun Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan mudik seharusnya dimaknai sebagai momen memperbaiki hubungan sosial dengan keluarga, bukan ajang pamer atau flexing.
  • Ia menyebut konsep 'fixing' dalam mudik penting untuk memperkuat relasi sosial dan menumbuhkan semangat baru setelah kembali ke kampung halaman.
  • Mu'ti menilai penguatan relasi sosial lewat mudik berperan besar menjaga kerukunan dan persatuan bangsa di tengah tantangan yang dihadapi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan, tradisi mudik Lebaran seharusnya dimaknai sebagai momentum untuk memperbaiki hubungan sosial dengan keluarga, bukan sekadar ajang pamer atau flexing.

“Saya sering menyebut mudik itu dengan social refreshing. Social refreshing itu pengertiannya dua. Pertama kita memperbaiki relasi sosial kita dengan keluarga, kemudian yang kedua kita juga memiliki spirit, ide-ide baru, semangat baru,” kata Mu'ti di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/2/2026).

1. Mudik tidak sekadar menjadi sarana flexing

Suasana mudik di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026)
Suasana mudik di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menurut dia, mudik tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan pulang kampung semata, tetapi juga sebagai momentum memperkuat hubungan dengan keluarga dan lingkungan sosial.

“Jadi mudik tidak sekadar menjadi sarana flexing. Karena sebagian justru mudik itu penginnya flexing saja,” kata dia.

2. Fixing yang penting memperbaiki relasi

Suasana mudik di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026)
Suasana mudik di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Mu'ti menilai, mudik seharusnya menjadi sarana fixing, yakni memperbaiki hubungan sosial agar menjadi lebih baik.

“Tapi sarana fixing. Nah, flexing itu gak boleh. Tapi kalau fixing itu yang penting karena memperbaiki relasi sosial kita supaya lebih baik lagi,” kata dia.

3. Butuhkan kerukunan dan persatuan

Suasana mudik di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026)
Suasana mudik di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dia mengatakan, penguatan relasi sosial melalui mudik menjadi penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.

“Dalam situasi sekarang kita sangat memerlukan kerukunan, memerlukan persatuan sehingga bangsa kita ini dapat terus maju membangun di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” kata Mu'ti.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More