Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Indonesia–Slovakia Siap Naikkan Hubungan Jadi Kemitraan Strategis

Menlu Sugiono terima kunjungan Menlu Slovakia Juraj Blanár di Gedung Pancasila, Jakarta.
Menlu Sugiono terima kunjungan Menlu Slovakia Juraj Blanár di Gedung Pancasila, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya sih...
  • Menteri Luar Negeri Sugiono menyambut kunjungan resmi Menteri Luar Negeri Slovakia, membahas kerja sama strategis dan peningkatan hubungan bilateral.
  • Penandatanganan perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas sebagai capaian konkret.
  • Kedua negara sepakat mempersempit fokus kerja sama pada prioritas yang konkret dan segera dijalankan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyambut kunjungan resmi pertama Menteri Luar Negeri Slovakia, Juraj Blanár, ke Jakarta. Ia menyebut kunjungan ini sebagai momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Kunjungan tersebut dinilai tepat waktu dan bermakna di tengah dinamika global dan regional yang terus berkembang.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat dikembangkan lebih lanjut, mulai dari diplomasi, ekonomi, pertahanan, pendidikan, hingga hubungan antar masyarakat. Indonesia dan Slovakia sepakat untuk memfokuskan kerja sama pada sejumlah prioritas yang dinilai realistis dan dapat segera diimplementasikan.

Sugiono menyatakan, pertemuan ini juga menjadi ajang pertukaran pandangan yang produktif serta penegasan komitmen kedua negara untuk memperdalam hubungan di masa mendatang. Ia juga menyampaikan telah menerima undangan untuk melakukan kunjungan balasan ke Slovakia.

Selain meninjau capaian kerja sama yang telah berjalan, pertemuan tersebut membuka peluang peningkatan hubungan bilateral Indonesia–Slovakia ke tingkat kemitraan strategis, seiring dengan semakin luasnya sektor kerja sama yang dinilai saling menguntungkan.

1. Langkah awal Kemitraan Strategis Indonesia–Slovakia

Menlu Sugiono terima kunjungan Menlu Slovakia Juraj Blanár di Gedung Pancasila, Jakarta.
Menlu Sugiono terima kunjungan Menlu Slovakia Juraj Blanár di Gedung Pancasila, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Menlu Sugiono menyebut pertemuan bilateral ini menegaskan kuatnya hubungan Indonesia dan Slovakia, sekaligus membuka jalan bagi kerja sama yang lebih mendalam. Ia mengatakan, kedua pihak sepakat mempersempit fokus kerja sama pada sejumlah prioritas yang konkret dan dapat segera dijalankan.

“Kami sepakat untuk mempersempitnya menjadi sejumlah kecil prioritas yang dapat ditindaklanjuti dan diimplementasikan. Penandatanganan yang baru saja kami lakukan merupakan fase pembuka dari kerja sama yang lebih lanjut dan lebih dalam di masa depan,” kata Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu RI, Selasa (3/2/2026).

Salah satu capaian konkret dari kunjungan ini adalah penandatanganan perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Menurut Sugiono, kesepakatan ini akan memperlancar interaksi resmi dan memperkuat komunikasi antarpemerintah kedua negara.

Selain itu, kedua menteri juga menegaskan pentingnya forum konsultasi bilateral sebagai wadah untuk memantau perkembangan kerja sama. Sugiono menyambut baik usulan peningkatan hubungan Indonesia–Slovakia menjadi kemitraan strategis.

“Saya menyambut baik usulan untuk meningkatkan hubungan ini menjadi kemitraan strategis antara Indonesia dan Slovakia karena dari diskusi kami terdapat begitu banyak sektor strategis yang dapat kita perkuat dan kembangkan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Luar Negeri Indonesia akan mengusulkan langkah tersebut kepada Presiden untuk diambil keputusan lebih lanjut.

2. Kerja sama ekonomi, riset dan pertahanan jadi sorotan

Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono menjelaskan keanggotaan Indonesia dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI.
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono menjelaskan keanggotaan Indonesia dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Selasa (27/1/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dalam pernyataannya, Menlu Sugiono menyoroti kerja sama ekonomi dan bisnis yang telah terjalin antara Indonesia dan Slovakia. Ia menilai kolaborasi riset menjadi salah satu contoh nyata kemitraan strategis kedua negara.

Salah satu kerja sama yang disorot adalah penelitian antara universitas di Indonesia, khususnya Universitas Andalas, dengan universitas dan tim riset dari Slovakia. Penelitian tersebut berhasil mengembangkan varietas gandum baru yang cocok untuk iklim tropis.

“Menurut saya, ini sangat instrumental dan strategis, dan ini menjadi alasan tambahan bagi Indonesia untuk memiliki hubungan yang lebih kuat dan lebih strategis dengan Slovakia,” kata Sugiono.

Di bidang pertahanan, Indonesia dan Slovakia telah menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan pada 2023. Sugiono menyatakan bahwa kedua negara saat ini sedang dalam proses ratifikasi di parlemen masing-masing.

Ia menekankan, kerja sama pertahanan tidak hanya sebatas pengadaan alat utama sistem senjata. “Kerja sama ini perlu melampaui sekadar pengadaan, tetapi juga mencakup alih teknologi, pelatihan, latihan bersama, riset, pengembangan, dan produksi bersama,” ujarnya.

Sugiono juga menyampaikan apresiasi kepada Slovakia atas dukungannya terhadap pencalonan Indonesia dalam OECD serta dukungan dalam kerangka kerja sama Indonesia–Uni Eropa melalui IEU-CEPA.

3. Ajak pebisnis Slovakia bermitra dengan Danantara

Gedung Danantara
Gedung Danantara (dok. IDN Times)

Selain sektor strategis, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama pendidikan dan peningkatan hubungan antar masyarakat. Menlu Sugiono menyampaikan terima kasih atas kesempatan beasiswa yang diberikan Slovakia kepada mahasiswa Indonesia.

Ia menyatakan keinginan Indonesia untuk memperluas kerja sama pendidikan, khususnya di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). “Dengan arah pembangunan negara kami, kami membutuhkan banyak insinyur untuk mendukung berbagai program industrialisasi dan hilirisasi yang diluncurkan pemerintah Indonesia,” katanya.

Di bidang ekonomi, Sugiono menyambut penandatanganan nota kesepahaman antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan Slovak Investment and Trade Development Agency. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan bisnis.

“Kami juga mengundang investor dan pelaku bisnis Slovakia untuk datang ke Indonesia, bermitra dengan Danantara, dan melaksanakan proyek-proyek yang menjadi kepentingan bersama,” ujar Sugiono.

Dalam konteks hubungan antar masyarakat, ia mencatat meningkatnya jumlah wisatawan Slovakia yang berkunjung ke Indonesia, serta wisatawan Indonesia ke Slovakia. Menurutnya, tren ini membuka peluang kerja sama lanjutan di sektor pariwisata, pendidikan, dan pelatihan.

Sebagai anggota ASEAN, Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap aspirasi Slovakia untuk bergabung dengan Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia. Kedua negara turut bertukar pandangan mengenai dinamika global dan regional, serta menegaskan kesamaan nilai dalam mendorong perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan rakyat.

“Kami memiliki nilai dan prinsip yang sama, serta aspirasi yang sama terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran rakyat,” kata Sugiono.

Menutup pernyataannya, Sugiono kembali menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Luar Negeri Slovakia dan berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat di masa depan. “Saya berharap ini bukan pertemuan terakhir, dan saya berjanji akan membalas kunjungan ini dalam waktu dekat,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

KPK Minta WNA yang jadi Direksi BUMN Lapor LHKPN

03 Feb 2026, 16:19 WIBNews