Iran Resmi Izinkan Perempuan Berkendara dengan Sepeda Motor

- Kebijakan terbaru ini mengakui hak hukum perempuan di Iran
- Kebijakan tersebut muncul di tengah gelombang protes antipemerintah
- Kematian Mahsa Amini picu gelombang protes soal hak-hak perempuan
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran telah menyetujui resolusi untuk menerbitkan surat izin mengemudi (SIM) sepeda motor bagi perempuan, yang secara resmi mengizinkan mereka mengendarai kendaraan roda dua tersebut.
Undang-undang Iran sebenarnya tidak secara eksplisit melarang perempuan mengendarai sepeda motor dan skuter, tapi dalam praktiknya, pihak berwenang menolak menerbitkan SIM bagi mereka. Akibat ketidakjelasan hukum ini, para perempuan sering dimintai pertanggungjawaban hukum saat terjadi kecelakaan, bahkan ketika mereka menjadi korban.
Kantor berita Ilna melaporkan bahwa resolusi yang bertujuan memperjelas aturan lalu lintas itu ditandatangani oleh Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, pada Selasa (3/2/2026). Resolusi tersebut sebelumnya telah disetujui kabinet pada akhir Januari.
"Resolusi ini mewajibkan polisi lalu lintas untuk memberikan pelatihan praktik kepada pemohon perempuan, menyelenggarakan ujian di bawah pengawasan langsung polisi, dan menerbitkan surat izin mengemudi sepeda motor bagi perempuan," demikian laporan media tersebut.
1. Kebijakan terbaru ini mengakui hak hukum perempuan di Iran

Menurut surat kabar reformis Jamaran, penerbitan SIM sepeda motor bagi perempuan telah tertunda selama bertahun-tahun akibat perbedaan interpretasi, meskipun tidak ada larangan hukum yang jelas.
Laporan itu menyebutkan bahwa kebijakan ini tidak hanya mengakui hak-hak hukum perempuan, tapi juga berkontribusi mengurangi kemacetan lalu lintas perkotaan dan meningkatkan keselamatan di jalan raya.
Dilansir dari Anadolu, Valiollah Bayati, anggota parlemen Iran, menggambarkan keputusan tersebut sebagai langkah untuk secara resmi mengakui jalur hukum bagi perempuan dalam mengendarai sepeda motor. Ia menyarankan agar pelatihan diberikan oleh instruktur perempuan yang berkualifikasi. Namun, jika jumlah instruktur perempuan terbatas, instruktur laki-laki tetap dapat digunakan dengan memperhatikan pertimbangan yang sesuai.
2. Kebijakan tersebut muncul di tengah gelombang protes antipemerintah

Sementara itu, bagi Saina, seorang pegawai biro iklan berusia 33 tahun yang telah menggunakan skuter untuk berangkat kerja selama 6 bulan, perubahan aturan lalu lintas ini dinilai datang terlambat karena para perempuan telah mengendarai sepeda motor selama berbulan-bulan.
“Saya tidak berpikir ini merupakan masalah utama dalam masyarakat kita,” ujarnya, merujuk pada protes baru-baru ini dan tantangan ekonomi yang dihadapi Iran, dikutip dari The New Arab.
Protes di Iran dimulai di Teheran pada 28 Desember, dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi negara tersebut. Aksi itu kemudian berkembang menjadi demonstrasi antipemerintah yang dengan cepat menjalar ke seluruh negeri.
Sejauh ini, Teheran mengakui lebih dari 3 ribu orang tewas selama kerusuhan tersebut, dengan mengklaim sebagian besar korban adalah anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang tak bersalah. Sementara itu, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) melaporkan sedikitnya 6.854 kematian, sebagian besar adalah pengunjuk rasa yang tewas akibat tindakan keras aparat keamanan.
3. Kematian Mahsa Amini picu gelombang protes soal hak-hak perempuan

Sejak revolusi Iran pada 1979, para perempuan menghadapi berbagai pembatasan sosial, termasuk aturan berpakaian. Mereka diwajibkan menutupi rambut dengan kerudung serta mengenakan pakaian yang sopan dan longgar di tempat umum.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, banyak perempuan Iran mulai menentang aturan tersebut, dengan jumlah kaum hawa yang mengendarai sepeda motor melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Tren ini semakin meningkat setelah kematian Mahsa Amini, perempuan muda Iran yang ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian, dalam tahanan pada 2022.
Kematiannya memicu gelombang protes di seluruh Iran, di mana perempuan menuntut kebebasan yang lebih besar.


















