Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wisatawan Asing yang Hilang di Teluk Tomini Sulteng Ditemukan Selamat

Wisatawan Asing yang Hilang di Teluk Tomini Sulteng Ditemukan Selamat
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo bersama Potensi SAR melaksanakan operasi pencarian terhadap sebuah perahu yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah (dok. Basarnas)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Basarnas memastikan, 11 wisatawan asing dan satu awak perahu motor yang sempat hilang kontak di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah kini ditemukan dalam kondisi selamat. Meski begitu, satu orang lainnya yang merupakan nakhoda kapal masih dalam pencarian.

"Berdasarkan informasi dari Kepala Kantor SAR Gorontalo, korban sudah ditemukan. Namun, nakhoda kapal atas nama Ferdiansyah, informasinya sampai saat ini belum ditemukan," kata Kepala Seksi Operasi SAR Palu, Rusmadi mengutip ANTARA.

1. Para korban berada di Tojo Una-Un

tim-sar-melakukan-pencarian-speedboat-angkut-11-wisatawan-asing-hilang-di-gorontalo-1784961625756_169.jpeg
Tim SAR melakukan pencarian speedboat angkut 11 wisatawan asing hilang di Gorontalo (dok. istimewa)

Saat ini pihak Basarnas Palu masih mengerahkan kapal khusus KN SAR Bhisma untuk membantu operasi pencarian bersama tim gabungan SAR lainnya. Kapal mengangkut 13 personel dengan membawa perlengkapan pendukung SAR.

Rusamdi menyebut, para korban yang berhasil dievakuasi dengan selamat saat ini berada di salah satu resor di Kabupaten Tojo Una-Una.

"Saat ini korban berada di Tojo Una-Una, namun terkait tindak lanjut apakah korban dievakuasi ke Ampana atau Wakai, sementara ini masih menunggu informasinya. Kami juga berkoordinasi dengan pihak resor, apakah mereka bersedia dievakuasi atau ditransfer," ujarnya.

2. Kronologi kejadian kapal hilang kontak

IMG-20260725-WA0015.jpg
Tim SAR melakukan pencarian speedboat angkut 11 wisatawan asing hilang di Gorontalo (dok. istimewa)

Sebelumnya, Basarnas Gorontalo bersama Potensi SAR melaksanakan operasi pencarian terhadap sebuah perahu yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Sebanyak 13 orang yang terdiri dari wisatawan asing dan awak kapal masih dalam pencarian hingga Sabtu (25/7/2026).

Informasi awal diterima Basarnas Gorontalo dari Mimin, seorang pemandu wisata, pada Jumat (24/6/2026), pukul 15.40 WITA. Laporan tersebut menyebutkan sebuah perahu yang berangkat dari Sanctum Una-Una Dive Resort menuju Pelabuhan Marisa belum tiba di lokasi tujuan sesuai jadwal.

Berdasarkan informasi yang diterima, perahu berangkat sekitar pukul 07.30 WITA dengan membawa 11 wisatawan asing dan 2 orang awak kapal. Kapal diperkirakan tiba di Pelabuhan Marisa sekitar pukul 11.00 WITA, namun hingga pukul 15.00 WITA tidak kunjung tiba. Atas kondisi tersebut, pihak pemandu wisata melaporkan kejadian kepada Basarnas Gorontalo untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.

Lokasi pencarian berpusat di sekitar koordinat 0°08'42.79" LU – 121°48'15.46" BT, atau sekitar 20,23 nautical mile ke arah barat daya dari Pantai Pohon Cinta, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 2 jam dari titik keberangkatan tim.

Adapun data korban ialah:

• Ferdiansyah

• Arif

• Milan Kasik

• Rani Permentier

• Mathijs Sercu

• Jelka Van Driesum

• Hinke Van Deer

• Roeland Van Driesum

• Age Van Driesum

• Matthias Prange

• Celine Josette Menguy

• Hector Fabio Prange

• Ronny Josue Prange

3. Cakupan pelaksanaan pencarian diperluas

Ilustrasi Tim SAR (IDN Times/Prayugo Utomo)
Ilustrasi Tim SAR (IDN Times/Prayugo Utomo)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto menyampaikan, seluruh unsur SAR akan mengoptimalkan pencarian hingga seluruh area yang telah direncanakan selesai disisir.

"Kami mengerahkan Alut dan Personil yang tersedia bersama Potensi SAR dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar proses pencarian dapat berlangsung secara maksimal. Kami juga terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan evaluasi berkala terhadap pola pencarian. Harapan kami, seluruh korban dapat segera ditemukan. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar operasi SAR ini berjalan dengan aman dan memperoleh hasil yang diharapkan," ujar Heriyanto.

Operasi SAR hari ini dilaksanakan dengan membagi Tim SAR Gabungan ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan pencarian di sepanjang jalur pelayaran yang diduga dilalui korban.

SRU 1 menggunakan Kapal Negara KAL Limboto bergerak dari Pelabuhan Gorontalo dengan rencana pencarian seluas kurang lebih 200 nautical mile persegi. SRU 2 menggunakan RIB 03 Gorontalo melakukan pencarian di area seluas sekitar 50 nautical mile persegi di sekitar lintasan pelayaran. Sementara itu, SRU 3 yang menggunakan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort melakukan penyisiran pada area pencarian seluas 50 nautical mile persegi guna mempercepat proses pencarian.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas Gorontalo, Pos SAR Marisa, KN SAR Bisma Kantor SAR Palu, Polairud Marisa, Pos Lanal Marisa, KN Limboto, serta Tim Sanctum Una-Una Dive Resort.

Dalam pencarian tim menghadapi kendala berupa gelombang tinggi yang disertai angin kencang, sehingga setiap pergerakan unsur SAR dilakukan dengan memperhatikan keselamatan personil. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di lokasi operasi terpantau cerah, dengan tinggi gelombang 1–1,5 meter dan kecepatan angin 10–15 knot.

Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More