Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jakarta Serius Tangani Sampah, Semua Pihak Harus Terlibat

Jakarta Serius Tangani Sampah, Semua Pihak Harus Terlibat
Gubernur dan Wakil Gubernur Menghadiri Deklarasi Gerakan Pilah Sampah sekaligus Pencanangan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta, "Jaga Jakarta Bersih; Pilah Sampah (jakarta.go.id)
Intinya Sih
5W1H
  • Pemprov DKI Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani kerja sama percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tanjung dan Bantargebang untuk mengatasi darurat sampah ibu kota.
  • Teknologi PSEL memungkinkan sampah diolah jadi energi listrik, sejalan dengan regulasi nasional tentang pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantargebang yang sudah melebihi kapasitas.
  • Pemprov DKI mendorong partisipasi Gen Z lewat Gerakan Pilah Sampah dan kebiasaan ramah lingkungan seperti daur ulang serta pengurangan plastik sekali pakai demi wujudkan Jakarta bersih dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sampah di Jakarta hingga kini masih jadi tantangan tersendiri. Perlu upaya bersama agar masalah ini dapat ditangani secara tuntas, termasuk melibatkan peran generasi muda yang identik dengan agen perubahan.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat berbagai langkah penanganan sampah. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 

Langkah ini bukan hanya soal pemanfaatan teknologi modern, tetapi juga menjadi ajakan bagi warga, terutama generasi muda, untuk ikut berperan menciptakan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan. Budaya memilah sampah dari sumbernya sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program ini.

1. Jakarta serius cari solusi sampah modern

siaranpers_pemprov_dki-20260504162458_aguib4_903.jpg
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) terkait percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di DKI Jakarta. (jakarta.go.id)

Pemprov DKI Jakarta bersama Danantara Indonesia belum lama ini menandatangani kerja sama percepatan pembangunan fasilitas PSEL. Proyek tersebut direncanakan dibangun di dua lokasi, yakni Tanjung Priok dan Bantargebang. Kehadiran PSEL diharapkan menjadi solusi modern untuk mengurangi timbulan sampah Jakarta yang mencapai sekitar 8.000–8.500 ton per hari.

"Program ini terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang saat ini telah jauh melebihi kapasitas," ujar Gubernur Pramono Anung belum lama ini.

2. Sampah diolah menjadi energi listrik

siaranpers_pemprov_dki-20260504162459_pmtziu_785.jpg
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) terkait percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di DKI Jakarta. (jakarta.go.id)

Melalui teknologi ramah lingkungan, sampah tidak dibuang sepenuhnya, tetapi diolah menjadi energi listrik. Program ini sejalan dengan kebijakan nasional mengenai percepatan pembangunan PSEL di berbagai kota besar. Dengan teknologi tersebut, Jakarta diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada TPST Bantargebang yang kapasitasnya semakin terbatas.

Guna menyukseskan program pengolahan sampah, Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, Danantara Indonesia berperan sebagai mitra strategis pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat kesiapan proyek. Kehadiran PSEL diharapkan dapat mendukung komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mempercepat penanganan sampah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Langkah ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta," kata Zulkifli Hasan.

3. Gen Z juga bisa ikut ambil peran

siaranpers_pemprov_dki-20260510110200_6lq17m_597.jpg
Gubernur Pramono Canangkan HUT ke-499 Jakarta, Jadikan Rasuna Said Simbol Transformasi Kota hingga Deklarasi Gerakan Pilah Sampah (jakarta.go.id)

Meski teknologi dan proyek besar terus disiapkan pemerintah, penanganan sampah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, peran anak muda menjadi penting dalam membangun kebiasaan baru yang lebih peduli lingkungan. Mulai dari memilah sampah rumah tangga, mengurangi plastik sekali pakai, hingga mengajak orang sekitar lebih sadar lingkungan lewat komunitas maupun media sosial. Langkah kecil seperti ini akan membawa dampak besar jika dilakukan bersama-sama.

Komitmen tersebut juga didorong oleh Pemprov DKI Jakarta. Saat membuka Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026), Gubernur Pramono juga menggelar Deklarasi Gerakan Pilah Sampah bertema Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah di Jakarta.

Menurut Pramono, membangun Jakarta yang lebih bersih tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan membutuhkan dukungan dan kebiasaan baik dari seluruh warga.

Program Pemprov DKI Jakarta mendapat sambutan hangat dari warga. Angel (30), seorang karyawati swasta di kawasan Jakarta Selatan, mengaku antusias terlibat dalam gerakan memilah sampah dari sumbernya. Di lingkungan kerjanya, ia mulai membiasakan pemilahan sampah secara lebih tertata melalui gerakan Lunch Box Recycle, yakni program pengumpulan dan daur ulang kotak makan yang digunakan setiap hari.

Bagi Angel, perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Ia meyakini, kebiasaan memilah sampah tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk hidup lebih bertanggung jawab. Upaya kecil yang dilakukan bersama-sama, menurutnya, dapat menjadi energi positif dalam mendukung gerakan lingkungan yang terus digalakkan pemerintah.

"Kalau bukan kita, siapa lagi? Masalah sampah harus kita atasi bersama, tidak bisa menggantungkan hanya pada satu pihak. Kan masing-masing kita pasti menghasilkan sampah? Jadi ya, harus dimulai dari diri sendiri juga," tutur Angel. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Cynthia Kirana Dewi
EditorCynthia Kirana Dewi
Follow Us

Related Articles

See More