Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kapal Tabrak Jembatan di India, 10 Orang Tewas

Kapal Tabrak Jembatan di India, 10 Orang Tewas
ilustrasi garis polisi (pixabay.com/ValynPi14)
Intinya Sih
  • Kapal motor yang membawa peziarah di Sungai Yamuna, India, terbalik setelah menabrak jembatan ponton akibat kelebihan muatan dan cuaca buruk, menewaskan sedikitnya 10 orang.
  • Warga dan tim gabungan SAR berhasil menyelamatkan lebih dari 20 penumpang melalui operasi besar melibatkan ratusan penyelam serta pencarian malam hari di sekitar Kesi Ghat.
  • Pemerintah India memberikan santunan bagi korban dan berjanji memperketat aturan keselamatan transportasi air setelah ditemukan kelalaian pengawasan di area jembatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kecelakaan maut melibatkan kapal motor pembawa rombongan peziarah terjadi di Sungai Yamuna, Mathura, Uttar Pradesh, India, pada Jumat (10/4/2026). Setidaknya 10 orang tewas setelah kapal menabrak struktur jembatan ponton dan terbalik akibat arus sungai yang deras.

Otoritas keamanan dan tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi di sekitar Kesi Ghat. Saat ini, fokus utama petugas adalah mengevakuasi korban selamat, mencari penumpang yang masih hilang, serta mengidentifikasi jenazah.

1. Kapal kelebihan muatan dan tabrak jembatan

Insiden nahas ini bermula saat rombongan peziarah yang berjumlah sekitar 150 orang dari Ludhiana dan Muktsar, Punjab, tiba di kota suci Vrindavan. Sekitar pukul 15.15 waktu setempat, sebagian dari rombongan menaiki kapal motor untuk menyeberangi Sungai Yamuna menuju kuil di seberang.

Kapal tersebut diduga kelebihan muatan karena mengangkut 25 hingga 32 penumpang, melebihi kapasitas aman. Saat berada di tengah sungai antara Banshi Vat dan Kesi Ghat, cuaca memburuk. Angin kencang membuat kapal kehilangan keseimbangan.

Menurut kesaksian warga, kapal bergoyang hebat dan melaju tanpa kendali hingga menabrak jembatan ponton yang sedang dalam perbaikan. Benturan keras dengan drum baja jembatan langsung membalikkan kapal, melempar seluruh penumpang ke sungai yang memiliki arus bawah kuat. Penyelidikan awal mengindikasikan operator kapal salah memperkirakan jarak aman, diperparah dengan ketiadaan jaket pelampung.

"Menurut laporan saksi, kapal langsung terbalik setelah menabrak struktur jembatan. Sejauh ini, 10 jenazah sudah ditemukan, dan kami terus menyisir sungai untuk mencari korban lainnya," kata Wakil Inspektur Jenderal Polisi (DIG) Wilayah Agra, Shailesh Kumar Pandey, dilansir India Today.

Diketahui, debit air Sungai Yamuna kerap berfluktuasi pada bulan April, yang memaksa pemerintah setempat membongkar sebagian jembatan ponton sementara. Sisa drum jembatan tersebut diduga menjadi bahaya bagi kapal kecil tanpa alat navigasi memadai.

2. Warga dan tim SAR bahu-membahu selamatkan korban

Kepanikan terjadi di sekitar Kesi Ghat sesaat setelah insiden. Warga dan penyelam lokal segera melompat ke sungai dan berhasil menyelamatkan sekitar 15 orang sebelum tim profesional tiba.

Operasi penyelamatan kemudian diambil alih oleh tim gabungan yang terdiri dari Pemadam Kebakaran, Kepolisian Mathura, pasukan National Disaster Response Force (NDRF), dan State Disaster Response Force (SDRF). Pihak militer juga dilibatkan dalam pencarian malam hari menggunakan lampu sorot.

"Sebanyak 22 orang berhasil diselamatkan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bersama Vrindavan dan Rumah Sakit Ram Krishna menggunakan ambulans serta mobil reaksi cepat polisi," kata Pejabat Kepolisian Senior, Suresh Chandra Rawat, dilansir Times of India.

Kesepuluh korban tewas terdiri dari lima laki-laki dan lima perempuan, mayoritas merupakan warga Ludhiana, Punjab. Operasi ini melibatkan lebih dari 120 penyelam yang menyisir sungai sepanjang 14 kilometer. Tim penyelam laut dalam dari NDRF turut dikerahkan untuk menembus dasar Sungai Yamuna yang berlumpur.

Menurut kepolisian, bangkai kapal berhasil diangkat setelah ditarik selama empat jam, dan dipastikan tidak ada lagi jenazah yang terjebak di bawahnya.

3. Janji santunan bagi korban

Penyelidikan awal menunjukkan kurangnya rambu peringatan dan pengawasan di area pembongkaran jembatan sebagai celah keamanan yang fatal.

Merespons tragedi ini, Perdana Menteri Narendra Modi dan Kepala Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath menyampaikan belasungkawa. Pemerintah pusat mengumumkan santunan sebesar 200 ribu rupee India (Rp36,71 juta) dari Prime Minister's National Relief Fund (PMNRF) untuk keluarga korban tewas, dan 50 ribu rupee India (Rp9,17 juta) untuk korban luka. Posko informasi juga telah dibuka di Ludhiana dan Jagraon.

Insiden ini memicu kritik terkait standar keamanan transportasi air di India, khususnya di wilayah ziarah. Otoritas maritim berjanji akan merombak aturan, termasuk mewajibkan pemakaian jaket pelampung dan membatasi jumlah penumpang.

"Prioritas kami adalah keselamatan para peziarah. Kami akan menyelidiki insiden ini secara mendalam, menindak tegas pihak yang bertanggung jawab, dan menjadikan ini peringatan keras untuk memperketat aturan di perairan," tutup Pandey.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More