Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

12 Ribu Warga Dievakuasi akibat Kebakaran Hutan di Prancis

12 Ribu Warga Dievakuasi akibat Kebakaran Hutan di Prancis
ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Deep Rajwar)
Intinya Sih
  • Pemerintah Prancis mengevakuasi 12.000 warga di Pyrenees-Orientales akibat kebakaran hutan besar yang sulit dipadamkan karena cuaca panas ekstrem.
  • Kebakaran melahap sekitar 4.900 hektare hutan, dengan 800 petugas dikerahkan meski suhu mencapai 35–41 derajat Celsius yang memperparah penyebaran api.
  • Hingga kini hampir 14.500 hektare hutan di seluruh Prancis terbakar akibat gelombang panas, menjadi salah satu dampak terburuk musim ini menurut Perdana Menteri Sebastien Lecornu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Prancis melaporkan 12.000 warganya yang tinggal di Pyrenees-Orientales, Prancis selatan, sudah dievakuasi imbas kebakaran hutan yang semakin meluas. Berdasarkan keterangan otoritas setempat, evakuasi tersebut dilakukan pada Selasa (7/7/2026) pagi waktu setempat.

"Kami berharap dapat memadamkan api secepat mungkin. Namun, saya rasa, kami tidak akan mampu melakukannya hari ini mengingat kondisi cuaca sama seperti kemarin," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pyrenees-Orientales, Kolonel Eric Belgioino, seperti dilansir Anadolu Agency.

1. Kebakaran sudah melahap 4.900 hektare hutan di Pyrenees-Orientales

Kobaran api di hutan.
ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Saravanan Narayanan)

Saat ini, kebakaran hutan di Pyrenees-Orientales makin meluas. Menurut data terbaru, api sudah melahap habis 4.900 lahan hutan yang ada di wilayah itu. Sebanyak 800 petugas pemadam kebakaran sudah dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Namun, upaya itu tidak mudah dilakukan karena cuaca sangat terik sehingga api jadi sulit dipadamkan.

Kendati demikian, otoritas Pyrenees-Orientales berjanji akan segera menangani kebakaran hutan di wilayahnya. Langkah ini perlu dilakukan agar para warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Selain itu, pemadaman api juga perlu segera dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas ke wilayah lainnya. 

2. Kebakaran hutan disebabkan serangan gelombang panas

Gelombang panas di Eropa barat.
ilustrasi serangan gelombang panas (pexels.com/Sean P. Twomey)

Kebakaran hutan ini dipicu gelombang panas yang kini sedang melanda negara-negara di Eropa barat, termasuk Prancis. Fenomena ini membuat suhu udara naik drastis sehingga pohon-pohon di hutan jadi sangat mudah terbakar api. 

Saat ini, risiko kebakaran hutan di 3 wilayah di Prancis berada dalam status “Sangat tinggi”, sedangkan di 61 wilayah lainnya berstatus “Tinggi”. Sebab, temperatur udara saat ini masih tinggi, yakni masih di kisaran 35 sampai 38 derajat celcius. Bahkan, di barat daya Prancis, temperatur udara masih di angka 41 derajat celcius. 

3. Sudah hampir 14,500 hektare hutan di Prancis yang terbakar imbas gelombang panas

Area hutan hijau.
potret area hutan (pexels.com/Illya Goloborodko)

Sejauh ini, sudah hampir 14,500 hektare hutan di seluruh wilayah di Prancis yang mengalami kebakaran akibat gelombang panas. Menurut Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, ini adalah dampak terburuk yang pernah didapatkan Prancis imbas gelombang panas. 

"Hampir 14.500 hektar (sekitar 35.800 acre) telah terbakar musim ini. Jumlah ini hampir tiga kali lebih banyak daripada pada periode yang sama tahun lalu," jelas Lecornu kepada Majelis Nasional Prancis pada Senin (6/7/2026). 

Kebakaran hutan imbas gelombang panas sebetulnya tidak hanya terjadi di Prancis. Peristiwa ini juga terjadi di beberapa negara Eropa barat lainnya, seperti Jerman, Portugal, dan Yunani. Temperatur udara di negara-negara tadi juga sangat tinggi sehingga pohon-pohon jadi mudah terbakar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More